Diperbarui: 14 Agu
AKHIR tahun 2021 tim riset Belanda tentang sejarah kekerasan yang terjadi pada masa revolusi Indonesia telah menyelesaikan tugasnya. Tim yang beranggotakan para sejarawan profesional dari empat lembaga riset di Belanda itu menghasilkan 14 buku. Buku-buku itu baru saja dirilis dan minggu ini tim peneliti mengumumkan kesimpulan penelitian itu dalam sebuah siaran pers.
Penelitian yang mengundang kontroversi di dalam masyarakat dan akademisi di Belanda maupun di Indonesia ini menyimpulkan bahwa selama periode revolusi kemerdekaan, yang dalam perspektif Belanda disebut sebagai periode “Bersiap” itu, telah terjadi kekerasan masif yang dilakukan oleh militer Belanda terhadap rakyat sipil Indonesia. Di lain pihak kekerasan juga dialami oleh kelompok masyarakat Belanda khususnya Indo-Eropa, etnis Tionghoa, dan elite Indonesia yang dianggap pro-Belanda.
Sebenarnya tidak ada hal yang baru yang dihasilkan dari riset ini karena kesimpulan serupa sudah dikemukakan oleh para sejarawan yang telah melakukan penelitian tentang topik yang sama sebelumnya. Sekalipun demikian, kesimpulan tim Belanda ini memiliki implikasi yang berbeda karena penelitian ini merupakan state-sponsorship dan mengatasnamakan negara. Sementara itu penelitian-penelitian sebelumnya lebih bersifat individual.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












