top of page

Lima Dekade Lagu Anak-anak Indonesia

Melihat kekuatan, tema, dan lirik lagu anak-anak Indonesia. Berubah seiring perkembangan teknologi, kondisi sosial, dan semangat zaman.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kaset lagu anak-anak dekade 1980-an. (Koleksi Fathiyah Adilah).

  • 22 Jun 2020
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 10 Jul

Abang tukang bakso mari-mari sini

Aku mau beli


Sepenggal lirik ini berasal dari lagu anak-anak berjudul “Abang Tukang Bakso”. Ia muncul pada dekade 1990-an. Liriknya pendek. Pilihan lemanya sederhana. Tapi lagu ini sangat populer dan punya pengaruh kuat pada perkembangan anak-anak.


Raisye Soleh Haghia (34), pengajar Program Studi Ilmu Sejarah di Universitas Indonesia, mengaku sering mendengar ibunya menyanyikan lagu itu ketika dia kecil. “Sekarang saya suka banget sama bakso,” kata Raisye.


Raisye juga mencontohkan adanya ikatan kuat pada lagu anak-anak berjudul “Bangun Tidur” ciptaan Pak Kasur pada 1950-an. “Kalau kita telaah liriknya, lagu itu mengajarkan kebiasaan baik untuk anak-anak,” kata Raisye. Dia biasa menyanyikan lagu itu kepada anak-anaknya. Dan itu membantu menyampaikan apa yang dia inginkan dari anak-anaknya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
bg-gray.jpg
Captain Drury, a veteran of the Java Invasion, is the only British person buried in the old Dutch cemetery at the Bogor Botanical Gardens.
transparant.png
bottom of page