top of page

Lupa Tidur Jadi Salah Tanggal Menyerang

Letnan Komarudin diingat atas insiden salah tanggal dalam Serangan Umum 1 Maret 1949.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Panglima Besar Jenderal Soedirman dan Letnan Komarudin. (arsipindonesia.com).

  • 1 Mar 2023
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 10 Apr 2025

Awal 1949, di daerah Plered, Bantul, selatan kota Yogyakarta yang belum diduduki tentara Belanda, terdapat dua pasukan bersenjata lengkap. Pertama, pasukan Polisi Peladjar Pertempuran (P3) yang dipimpin Inspektur Djohan Soeparno dan sebuah peleton dari Batalyon Sardjono yang dipimpin Letnan Komarudin.


“Kami memilih bergabung dengan Komarudin yang sudah kami kenal sejak di Mangkang dan Srondol, Semarang,” kata Soedjono Hadiatmodjo dalam Bunga Rampai Perjuangan dan Pengorbanan IV. Bersama Komarudin, Soedjono dkk. pernah adu tembakan dengan tentara Belanda di desa Kanoman.


Di akhir Februari 1949, Komarudin dan pasukannya berada di Desa Jejeran. Sepanjang malam, Komarudin membahas peta untuk bersiap menyerang kota Yogyakarta pada siang bolong, yang sudah direncanakan atasan mereka. Mereka memutuskan langsung bergerak menyerang dan tidak menginap terlebih dahulu di kota. Mereka pun lupa jika mereka harus tidur.


“Pagi hari itu, satu hari penuh kami beristirahat dan malamnya sekitar 23.00 kami berangkat dari Jejeran menuju Mangkulayan-Ngasem, Patehan, Nagan, Purbayan. Anak buah sudah mendapat petunjuk masing-masing apa yang harus dilakukan,” kata Soedjono.



Pasukan Komarudin jelas menguasai medan. Raden Irawan Stiadji Pramoedibyo dalam Pelajar Pejoang: Keterlibatanku di dalam Perang Kemerdekaan menyebut banyak di antara anggota laskar Komarudin adalah warga atau kerabat penduduk Jeron Beteng dan para pemuda dari daerah selatan Yogyakarta.


Begitu sirine pagi berbunyi, pasukan Komarudin bergerak menyerang kota. Suara tembakan tidak hanya mengagetkan tentara Belanda, tapi juga pasukan TNI.


“Kami dikejutkan oleh bunyi ledakan dan tembakan yang cukup gencar. Mana pula tidak terkejut sebab telah saya tetapkan serangan itu akan kita lakukan pada tanggal 1 Maret, pagi, pada waktu sirene akhir jam malam,” kata Soeharto dalam Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya.



Buku Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta: Latar Belakang dan Pengaruhnya menyebut Letnan Soegijono yang berkedudukan di dekat posisi peleton Komarudin segera mengetahui dan menyelidiki insiden yang terjadi. Letnan Gideon dan Sersan Soegeng berhasil menemui Letnan Komarudin untuk memberi tahu bahwa hari itu bukan tanggal 1 Maret 1949 yang menjadi hari penyerangan, tapi masih 28 Februari 1949.


Komarudin dan pasukannya kaget. Mereka sudah bertempur sekitar dua jam. Setelah sadar mereka menyerang di hari yang salah, mereka kemudian mundur. Soedjono dan Komarudin lalu berpisah jalur mundur ke selatan kota. Sebelum akhirnya mereka bertemu lagi di Pandes pada sore hari. Esoknya, pada hari yang sebenarnya, Komarudin dan pasukannya bergerak lagi.



Serangan di tanggal yang salah dari pasukan Komarudin itu tidak membuat pihak Belanda meningkatan kekuatannya di Yogyakarta dengan lebih besar lagi. Setidaknya sehari setelah Komarudin menyerang, pada 1 Maret 1949, kota Yogyakarta bisa dikuasai. Meski hanya enam jam, perebutan itu menjadi bukti bahwa TNI masih mampu melawan dan Republik Indonesia masih ada.


Kisah lupa tanggal itu kemudian terus diingat dalam sejarah Indonesia. Namun, petinggi tentara pada masa itu tidak menyalahkan Komarudin. Jenderal Soedirman dan Letnan Kolonel Soeharto, komandan brigade tempatnya bergabung, mendatanginya dalam sebuah apel setelah masuknya kembali TNI ke Yogyakarta.


“Engkau harimau Yogya,” kata Soedirman kepada Komarudin.


Setelah tahun 1950, Komarudin sempat meneruskan karier di TNI. Moehkardi dalam Akademi Militer Yogya dalam Perjuangan Fisik 1945 sampai dengan 1949 menyebut sebelum ikut brigade yang dipimpin Soeharto, Komarudin adalah anggota laskar Hizbullah. Komarudin pernah dianggap bagian dari kelompok pemberontak, namun nama baiknya direhabilitasi sehingga bisa dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Gerakan Pramuka pernah punya andil dalam menggiatkan pembangunan melalui transmigrasi. Namun, Transmigrasi Pramuka dinilai kurang tepat dan gagal.
bg-gray.jpg
An Italian general and national hero was commanding his ship when the Aceh War broke out. Alas, in the waters off Aceh, he contracted cholera and met his demise.
bg-gray.jpg
Henk Ngantung sebagai perancang lambang Kostrad diakui secara resmi oleh Soeharto. Dia juga menjadi warga kehormatan Kostrad. Namun, setelah peristiwa 1965, jasanya seakan dilupakan.
bg-gray.jpg
Ketimbang D.N. Aidit atau Adam Malik, A.K. Jusuf pernah dianggap murid terpandai oleh Sutan Sjahrir. Riwayat pemuda impulsif itu berujung tragis pasca menculik sang mentor.
Presiden Putin begitu sumringah menendang bola di Lapangan Merah laiknya Stalin delapan dasawarsa sebelumnya di tempat yang sama.
Presiden Putin begitu sumringah menendang bola di Lapangan Merah laiknya Stalin delapan dasawarsa sebelumnya di tempat yang sama.
Presiden Jokowi menjadi tamu kehormatan Republic Day India. Mengikuti jejak SBY dan Sukarno.
Presiden Jokowi menjadi tamu kehormatan Republic Day India. Mengikuti jejak SBY dan Sukarno.
Tema budaya bahari dipilih untuk mengingatkan bangsa Indonesia sebagai negara kepulauan dan laut sebagai penghubungnya.
Tema budaya bahari dipilih untuk mengingatkan bangsa Indonesia sebagai negara kepulauan dan laut sebagai penghubungnya.
Percampuran banyak budaya di Kota Budapest akan dituangkan lewat pameran bersama antar dua negara.
Percampuran banyak budaya di Kota Budapest akan dituangkan lewat pameran bersama antar dua negara.
Jejaring sosial bukan barang baru. Cikal-bakalnya sudah tercipta sebelum internet meluas di dunia.
Jejaring sosial bukan barang baru. Cikal-bakalnya sudah tercipta sebelum internet meluas di dunia.
Survei SMRC menunjukan mayoritas warga tidak percaya akan kebangkitan PKI. Dimanfaatkan kelompok tertentu demi tujuan politik.
Survei SMRC menunjukan mayoritas warga tidak percaya akan kebangkitan PKI. Dimanfaatkan kelompok tertentu demi tujuan politik.
transparant.png
bottom of page