top of page

Makan Bergizi Gratis di Dunia

Program makan bergizi gratis di berbagai negara bukan menghamburkan uang. Hasilnya hanya bisa dicapai bila ada upaya melawan kemiskinan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Para murid sedang menyantap makanan di Sekolah Rakyat Vallila di Vallila, Helsinki, Finlandia 1913. (Signe Brander, Helsinki City Museum/Wikimedia Commons).

  • 18 Jan 2025
  • 7 menit membaca

Diperbarui: 14 Mei

KENDATI kritik tetap mengiringi, program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap digulirkan pemerintahan Prabowo Subianto 6 Januari lalu. Kekurangan-kekurangan dalam pelaksanaan yang terjadi di sana-sini makin “melanggengkan” kritik yang ada sejak program tersebut masih dikampanyekan.


Soal terbanyak yang menjadi sasaran kritik kemungkinan soal anggaran pengadaan makanannya. Para pengkritik menyoroti program yang terkesan dipaksakan itu kurang tepat di tengah kesulitan ekonomi yang sedang dialami Indonesia. Sebagian dari mereka menyarankan, anggaran untuk MBG akan lebih tepat bila dialokasikan untuk hal yang lebih mendesak, seperti membuka lapangan kerja. Program semacam MBG akan lancar dan bermanfaat bila diadakan dalam kondisi keuangan negara yang sedang fit.


Namun, Profesor Gizi di Institut Pertanian Bogor (IPB) Ali Khomsan punya pendapat berbeda dari para pengkritik tersebut. Kala ditemui Historia.ID Rabu (8/1/25) lalu, dia mengungkapkan bahwa program serupa tak hanya bisa dilakukan oleh negara ketika sudah kaya. “Kalau kita lihat sekarang ini beberapa negara memang sudah melaksanakan model-model makanan bergizi gratis karena menyadari bahwa setiap wilayah itu selalu ada kemiskinan,” terang Ali Khomsan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pernah populer sebagai pohon peneduh bersama asam jawa dan flamboyan. Kini, tanaman ini menjadi salah satu pohon yang paling populer untuk aktivitas penghijauan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah berduka secara beruntun. Kehilangan orang dekat dalam waktu singkat.
bg-gray.jpg
Penyebaran pamflet provokatif oleh Front Pemuda Sunda bikin geger. Parlemen sampai memanggil perdana menteri. Ketidakadilan jadi pangkalnya.
bg-gray.jpg
Tubagus Angke asal Banten melanjutkan Fatahillah memimpin Jayakarta. Sebagai Pangeran Jayakarta II, dia membawa Pelabuhan Sunda Kelapa menandingi Pelabuhan Malaka.
Folarin Balogun tetap tampil meski terkena kartu merah di laga sebelumnya. Enam dekade silam, kasus kartu merah juga menimpa bintang Brasil Garrincha.
Folarin Balogun tetap tampil meski terkena kartu merah di laga sebelumnya. Enam dekade silam, kasus kartu merah juga menimpa bintang Brasil Garrincha.
Budaya bahari bisa tumbuh bukan semata-mata karena infrastruktur fisik.
Budaya bahari bisa tumbuh bukan semata-mata karena infrastruktur fisik.
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
K-Pop, budaya Korea yang ikut mengguncang penutupan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.
K-Pop, budaya Korea yang ikut mengguncang penutupan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
Kain tenun di berbagai daerah di Indonesia punya ciri khas masing-masing. Sayangnya, pendataan tentang para perajinnya masih belum memadai.
Kain tenun di berbagai daerah di Indonesia punya ciri khas masing-masing. Sayangnya, pendataan tentang para perajinnya masih belum memadai.
transparant.png
bottom of page