top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Program Makanan Bergizi Era Orde Baru

Di pengujung kekuasaannya, Presiden Soeharto mencanangkan program perbaikan gizi. Tak sempat tuntas karena keburu lengser.

11 Jan 2025

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Seorang ibu membagikan bubur kacang hijau sebagai makanan bergizi dalam program PMT-AS. (Repro Evaluation of the Supplemental Food for School Children Program).

Diperbarui: 31 Des 2025

“SELAMAT makan anak generasi emas.” Jargon itu berkumandang sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi diluncurkan untuk anak sekolah pada awal tahun ini. Program MBG dicetuskan Presiden Prabowo Subianto sebagai program unggulan pemerintahannya. Ia sekaligus menunaikan janji kampanye Prabowo dalam gelaran Pilpres 2024 silam. Dalam komitmennya, Prabowo berseru untuk menuntaskan masalah kekurangan gizi yang banyak dialami anak-anak di Indonesia. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page