top of page

Keracunan Makanan Bergizi Gratis di Masa Silam

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami insiden keracunan di sejumlah daerah. Begitu juga dengan Program Makan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) di masa Orde Baru.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Seorang ibu sedang membagikan bubur kacang hijau sebagai makanan bergizi tambahan dalam Program PMT-AS di masa Orde Baru. (Kemendikbud).

7 Mei 2025
3 menit membaca

PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) dikabarkan telah memakan korban. Keracunan yang dialami 174 siswa peserta MBG di Pali, Sumatra Selatan jadi pemberitaan nasional belakangan ini. Anak-anak korban keracunan mengalami gejala sakit perut, diare, muntah-muntah, sampai harus dirawat di rumah sakit. Sebelumnya, sejumlah daerah lain juga mengalami keracunan MBG dalam skala lebih kecil, seperti di Bandung, Cianjur, Tasikmalaya, Karanganyar, Kupang, sampai Bombana di Sulawesi Tenggara. Perkara yang menyebabkan keracunan beragam. Kebanyakan karena makanan dimasak terlalu cepat dan ketika disajikan sudah basi.


Serentetan kasus keracunan MBG membuktikan bahwa pemerintahan Prabowo tidak belajar dari sejarah. Seperti pendahulunya di masa kepresidenan Soeharto yang juga mantan mertua Prabowo, pemerintah juga menerapkan kebijakan serupa konsep MBG. Namanya Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS). Mulai diuji coba paruh pertama 1990, PMT-AS menjadi kebijakan unggulan pemerintah dalam mengatasi masalah pangan dan gizi pada paruh kedua 1990. Untuk itu, pemerintah menggelontorkan dana besar, sekira Rp62,8 miliar, demi mencapai target penerima manfaat PMT-AS.


“Departemen Kesehatan mulai tahun anggaran 1996/1997 memiliki program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS). Program PMT ini merupakan satu paket dalam program bantuan peningkatan gizi, kesehatan anak dan remaja. Kebijaksanaan itu dikeluarkan melalui Inpres Sarana Kesehatan (Insarkes),” lansir Berita Yudha, 27 Januari 1996.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Mengapa dosen UI rumahnya di Ciputat, sementara kampusnya di Depok? Begini ceritanya.
bg-gray.jpg
Proyek beras sintetis Tekad menjadi skandal korupsi pada awal pemerintahan Soeharto. Dua pengusaha ditangkap di Jepang.
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
Sikap pujangga terlihat dari karya sastra yang dihasilkannya. Ada yang mengabdi kekuasaan, ada yang melawan penjajahan.
Sikap pujangga terlihat dari karya sastra yang dihasilkannya. Ada yang mengabdi kekuasaan, ada yang melawan penjajahan.
Hari Valentine dianggap bukan lagi perayaan hari kasih sayang.
Hari Valentine dianggap bukan lagi perayaan hari kasih sayang.
Wajib dilalui, karantina di Pulau Kamaran meninggalkan kesulitan tersendiri bagi para calon haji di masa lalu.
Wajib dilalui, karantina di Pulau Kamaran meninggalkan kesulitan tersendiri bagi para calon haji di masa lalu.
Koleksi Asia yang selama ini tersebar di berbagai lembaga di Belanda disimpan di bawah satu atap perpustakaan Universitas Leiden.
Koleksi Asia yang selama ini tersebar di berbagai lembaga di Belanda disimpan di bawah satu atap perpustakaan Universitas Leiden.
transparant.png
bottom of page