top of page

Berbagai Rupa Program Perbaikan Gizi Era Orba

Jangan sampai rakyat lapar. Kelaparan menciptakan sekumpulan orang pemarah dan menghambat pembangunan. Begitu kata Presiden Soeharto.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Seorang ibu sedang membagikan bubur kacang hijau sebagai makanan bergizi dalam Program PMT-AS di masa Orde Baru. (Kemendikbud).

26 Jan 2025
8 menit membaca

Diperbarui: 30 Des 2025

PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicetuskan Presiden Prabowo Subianto jadi ujung tombak upaya pemerintah dalam meningkatkan asupan gizi bagi masyarakat saat ini. Namun, jauh sebelum itu, pemerintah dari masa ke masa sudah memperjuangankan hal serupa. Persoalan di bidang gizi ini lantaran kebanyakan masyarakat berpikir makan sekadar untuk kenyang atau bertahan hidup. Alih-alih untuk hidup sehat, kandungan gizi yang mesti terpenuhi dalam porsi makanan acapkali diabaikan.


Slogan “4 Sehat 5 Sempurna” pernah jadi kampanye yang digaungkan pemerintah pada era 1950-an. Dalam kampanye itu, masyarakat diajak untuk memenuhi semua unsur gizi setiap kali makan, mulai dari karbohidrat, protein, mineral, vitamin, hingga minum susu sebagai penyempurnanya. Tapi, nasi masih mendominasi ketimbang sumber nutrisi lainnya. Maka pada paruh pertama 1960, Presiden Sukarno mencanangkan revolusi menu makanan. Gebrakan ini bertujuan agar masyarakat  punya menu makanan bervariasi, tidak hanya berpaku pada nasi untuk pemenuhan kebutuhan gizi.


Memasyarakatkan konsep makan seimbang untuk pemenuhan gizi demi kesehatan tampaknya masih belum teratasi memasuki era Orde Baru. Pemerintahan Orde Baru dengan masa berkuasa paling lama menjadi rezim paling banyak menelurkan program terkait perbaikan gizi. Setelah Presiden Soeharto menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) No. 14/1974 tentang Perbaikan Menu Makanan Rakyat, program-program terkait pangan, gizi, dan kesehatan –yang semua berkaitan– bermunculan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Mengapa dosen UI rumahnya di Ciputat, sementara kampusnya di Depok? Begini ceritanya.
bg-gray.jpg
Proyek beras sintetis Tekad menjadi skandal korupsi pada awal pemerintahan Soeharto. Dua pengusaha ditangkap di Jepang.
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
Sikap pujangga terlihat dari karya sastra yang dihasilkannya. Ada yang mengabdi kekuasaan, ada yang melawan penjajahan.
Sikap pujangga terlihat dari karya sastra yang dihasilkannya. Ada yang mengabdi kekuasaan, ada yang melawan penjajahan.
Hari Valentine dianggap bukan lagi perayaan hari kasih sayang.
Hari Valentine dianggap bukan lagi perayaan hari kasih sayang.
Wajib dilalui, karantina di Pulau Kamaran meninggalkan kesulitan tersendiri bagi para calon haji di masa lalu.
Wajib dilalui, karantina di Pulau Kamaran meninggalkan kesulitan tersendiri bagi para calon haji di masa lalu.
Koleksi Asia yang selama ini tersebar di berbagai lembaga di Belanda disimpan di bawah satu atap perpustakaan Universitas Leiden.
Koleksi Asia yang selama ini tersebar di berbagai lembaga di Belanda disimpan di bawah satu atap perpustakaan Universitas Leiden.
transparant.png
bottom of page