- 30 Jul 2025
- 4 menit membaca
BANYAK orang mengenal mendiang Kwik Kian Gie sebagai begawan ekonomi dengan pemikiran-pemikiran ekonomi kerakyatannya. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa masa kecilnya sarat pengalaman pelik di masa pendudukan Jepang (1942-1945).
Kwik lahir di Juwana, wilayah penghasil bandeng di Pati, Jawa Tengah, pada 11 Januari 1935. Ia anak kelima dari tujuh bersaudara pasangan suami-istri Kwik Hway Gwan dan Bak Chun Suk.
Menurut kakak Kwik bernama Januar Darmawan dalam bukunya, Profit and Beyond: Proses Mencetak Para Wirausahawan, ayah mereka seorang bos pabrik tekstil yang sangat berhasil, sementara sang ibu juga pedagang batik. Sang ayah tidak hanya jadi salah satu orang terkaya di Juwana namun juga sosok filantropis anggota Tjin Tjay Hwee, perkumpulan amal Tionghoa untuk membantu China ketika tengah dilanda Perang Sino-Jepang Kedua (1937-1945).
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















