top of page

Masa Kecil Kwik Kian Gie yang Pelik

Ayahnya bos tekstil yang dipenjara Jepang. Ibunya pontang-panting menafkahi Kwik Kian Gie dan saudara-saudaranya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Begawan ekonomi Kwik Kian Gie yang wafat di usia 90 tahun (kwikkiangie.ac.id)

30 Jul 2025
4 menit membaca

Diperbarui: 28 Jul

BANYAK orang mengenal mendiang Kwik Kian Gie sebagai begawan ekonomi dengan pemikiran-pemikiran ekonomi kerakyatannya. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa masa kecilnya sarat pengalaman pelik di masa pendudukan Jepang (1942-1945). 

 

Kwik lahir di Juwana, wilayah penghasil bandeng di Pati, Jawa Tengah, pada 11 Januari 1935. Ia anak kelima dari tujuh bersaudara pasangan suami-istri Kwik Hway Gwan dan Bak Chun Suk. 

 

Menurut kakak Kwik bernama Januar Darmawan dalam bukunya, Profit and Beyond: Proses Mencetak Para Wirausahawan, ayah mereka seorang bos pabrik tekstil yang sangat berhasil, sementara sang ibu juga pedagang batik. Sang ayah tidak hanya jadi salah satu orang terkaya di Juwana namun juga sosok filantropis anggota Tjin Tjay Hwee, perkumpulan amal Tionghoa untuk membantu China ketika tengah dilanda Perang Sino-Jepang Kedua (1937-1945). 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page