Diperbarui: 17 Agu
KEHADIRAN Jepang di Indonesia tak dimulai pada Maret 1942 saat Dai Nippon mengambil alih kekuasaan dari Belanda. Beberapa abad sebelumnya, VOC (Perusahaan Dagang Hindia Timur) berperan dalam menghubungkan orang-orang Jepang dengan Nusantara.
Perdagangan VOC merambah wilayah Jepang. Mulanya pusat perdagangan VOC berada di wilayah Hirado. Pada 1641 penguasa Jepang memindahkannya ke Pulau Dejima, Nagasaki, yang dibangun sekitar tahun 1634 hingga 1636. Pulau Dejima menjadi pusat perniagaan VOC yang terbilang sukses di Asia Timur. Pusat dagang ini pula yang menjadi penghubung orang-orang Jepang dengan Nusantara pada abad ke-17.
Pada 1621, VOC mempekerjakan samurai tak bertuan atau ronin sebagai tentara bayaran untuk memadamkan perlawanan rakyat Banda yang menolak monopoli perdagangan rempah. Para ronin itu kehilangan tuannya sejak perang Sekigahara berakhir. Diperkirakan sekitar 68 samurai terlibat dalam pembantaian warga Banda.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















