top of page

Memahami Adat Aceh

Bersama hukum Islam, adat Aceh yang diturunkan secara lisan dijadikan pedoman masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Istana kerajaan Aceh menurut gambar yang terbit dalam buku karya John Davies pada 1707. (Repro Orang Indonesia dan Orang Prancis).

24 Okt 2025
4 menit membaca

Diperbarui: 20 Nov 2025

PEPATAH Aceh menyebutkan, “Adat bak Po teu meureuhom, Hukom bak Sjiah Kuala. Hukum ngon Adat hana torn tjre, lagee zat ngon sifat.” Kehidupan dan penghidupan masyarakat Aceh bersendikan adat (yang dipimpin sultan) dan hukum (yang dipimpin ulama). Hukum dan adat tak dapat dipisahkan, seperti zat dengan sifat.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page