top of page

Masa Silam Hukum Islam

Hukum Islam kerap dianggap sudah diterapkan di kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara. Padahal, raja-lah hukum itu sendiri.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Upacara dengan gajah di Istana Raja Aceh. (Repro Orang Indonesia dan Orang Prancis dari Abad XVI sampai dengan Abad XX).

21 Okt 2025
7 menit membaca

Diperbarui: 20 Nov 2025

RIBUAN orang memadati jalanan masuk ke istana. Puluhan gajah sudah disiapkan. Seperti biasanya, pada hari Jumat, orang-orang mengantar Sultan Iskandar Muda pergi ke masjid untuk beribadah salat Jumat. Pada 1613, 200 ekor gajah bahkan dilibatkan dalam prosesi. Lebih dari 4.000 orang, diikuti para jamaah, kontes binatang, dan pertunjukan lainnya melengkapi iring-iringan sang raja yang hendak pergi ke masjid. Tapi itu pun belum apa-apa jika dibandingkan prosesi menjelang puasa Ramadan, saat perayaan Idul Fitri, atau lebaran Idul Adha.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page