top of page

Mencipta Indonesia

Sebuah buku yang memberikan cahaya pada periode gelap dalam sejarah Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sampul buku Heirs to World Culture yang disunting oleh Jennifer Lindsay dan Maya Liem diterjemahkan menjadi Ahli Waris Budaya Dunia: Menjadi Indonesia 1950-1965.

17 Nov 2011
6 menit membaca

Diperbarui: 26 Apr

BUKU ini mengantarkan orang Indonesia untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi pada kurun 1950-an, sekaligus memberikan pengetahuan terhadap sebuah proses pencarian identitas keindonesiaan pada masa lalu. Dalam banyak soal, apa yang terjadi saat itu, yang terekam secara lengkap pada buku ini, masih sangat relevan sampai sekarang.


Proses pencarian jatidiri bangsa Indonesia belum selesai. Pembangunan karakter orang Indonesia dan kebudayaan nasional Indonesia masih terus berjalan. Sebaliknya, alih-alih semakin mengkristal, malah semakin cair mengalir entah kemana. Mungkin bagi sebagian orang itu masalah, bagi sebagian lain bukan masalah. Satu hal yang pasti banyak tersisa adalah kekhawatiran. 


Buku yang disunting oleh Jennifer Lindsay dan Maya Liem ini terdiri dari dua bagian. Bagian pertama “Lalu lintas budaya dengan luar negeri”, mengangkat persoalan bagaimana kebudayaan Indonesia –sebagai bangsa yang baru itu– direnegosiasikan dengan dunia dalam rangka mencari posisi setara dengan bangsa-bangsa lain. Bagian kedua “Budaya dan Bangsa”, membahas bagaimana para pelaku kebudayaan mendefinisikan kebudayaan Indonesia dan kemana arah orientasi modernitas mereka?

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page