- 30 Okt 2024
- 8 menit membaca
Diperbarui: 30 Mar
FIRDAUS, staf pemeliharaan film Sinematek Indonesia, masuk ke ruang penyimpanan film di basement gedung Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI), yang berlokasi di Jalan Rasuna Said Kav C-22, Jakarta Selatan. Begitu melewati pintu masuk, aroma pengap yang kuat tercium. Bau itu, yang berasal dari film seluloid, bisa membuat pusing. Namun, tanpa mengenakan masker, Firdaus tetap melenggang masuk.
Di dalam ruangan, rak-rak dengan tinggi sekitar 3 meter menyimpan wadah-wadah kaleng berisi film seluloid. Ada sekira 719 judul film seluloid, baik negatif maupun rilis. Jumlah itu belum termasuk film dari Bangun Citra Nusantara (yayasan milik kroni Soeharto) dan sumbangan dari pemerintah Jerman, Prancis, dan Kanada.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















