top of page

Mengobati Penyakit pada Zaman Kuno

Bagaimana mengobati penyakit pada zaman kuno? Sembarangan mengobati bisa dihukum mati.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Salah satu panil relief Karmawibhangga di kaki Candi Borobudur yang memperlihatkan seorang laki-laki yang sakit tengah dirawat. (Wikipedia).

9 Jul 2019
3 menit membaca

Diperbarui: 24 Mei

SANJAYA dalam waktu yang lama menderita karena sakit panas. Badannya lemah, lemas, dan kehabisan tenaga. Guru atau pembimbing raja tak dapat menyembuhkannya. Maka setelah penderitaan itu dan kesedihannya selama delapan hari, dia pun masuk surga.


Anaknya, Śaṅkara, setelah ayahnya meninggal lagi-lagi dia tak sadarkan diri. Dia yang karena takut kepada guru ayahnya yang dianggapnya tidak benar dan mengingat janjinya kepada mendiang ayahnya, lalu meninggalkan kebaktian kepada Dewa Siwa dan yang lain-lain. Dia pun menjadi penganut Buddha Mahayana.


Demikian kisah dalam Prasasti Śaṅkara yang menurut Boechari dalam Melacak Sejarah Kuno Indonesia Lewat Prasasti, sangat mungkin berasal dari pertengahan abad ke-8. Raja Sanjaya wafat karena sakit panas yang dideritanya tak mampu disembuhkan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
<strong></strong>Melalui lukisan dan karya instalasi, beberapa perupa kontemporer Indonesia merayakan 70 tahun kemerdekaan Indonesia.
Melalui lukisan dan karya instalasi, beberapa perupa kontemporer Indonesia merayakan 70 tahun kemerdekaan Indonesia.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
Aung San Suu Kyi tidak menyebut etnis Rohingya dalam tulisannya tentang sejarah Arakan. Padahal jejak mereka di Arakan terlacak sejak abad 15.
Aung San Suu Kyi tidak menyebut etnis Rohingya dalam tulisannya tentang sejarah Arakan. Padahal jejak mereka di Arakan terlacak sejak abad 15.
Penyintas meminta jaminan Menkopolhukam agar lokasi kuburan massal tidak dirusak demi terjaganya bukti-bukti pembantaian massal 1965-1966.
Penyintas meminta jaminan Menkopolhukam agar lokasi kuburan massal tidak dirusak demi terjaganya bukti-bukti pembantaian massal 1965-1966.
transparant.png
bottom of page