- 9 Apr 2010
- 3 menit membaca
Diperbarui: 29 Jul
PUTU Oka Sukanta mengenang dirinya sebagai anak dari keluarga petani dan menulis sajak sejak usia 16 tahun. Ia kelahiran Singaraja, Bali, pada 29 Juli 1939. Lingkungan dari kelas petani ini mempengaruhi tema-tema awal sajaknya. Dia suka menulis karena suka baca koran.
Lucunya, sebelum dia masuk Lekra, seorang penyair Bali pernah bilang bahwa puisi-puisi Putu pasti dianggap karya seorang penyair Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra), organisasi yang selalu dikaitkan dengan Partai Komunis Indonesia. “Sudah, pokoknya kamu Lekra,” katanya.
Di Bali, Putu aktif di berbagai kegiatan sastra, antara lain mengisi ruang sastra di RRI Singaraja dan RRI Denpasar. Pada akhir 1950-an, waktu pindah pindah ke Yogya, puisi-puisinya sudah dimuat di media. Baru pada awal 1960-an karyanya dimuat di Harian Rakyat dan Zaman Baru, dua media yang berafiliasi dengan Lekra.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















