- 27 Nov 2023
- 3 menit membaca
Diperbarui: 25 Apr
SATU per satu ibu-ibu memasuki Ruang Pamong Budaya di Gedung E, Kompleks Kemendikbudristek, Jakarta. Senyum merekah terpancar di wajah mereka saat berbaris menghadap penonton. Mengenakan pakaian tradisional beraneka warna, ibu-ibu itu siap unjuk kebolehan menyanyikan sejumlah lagu, sebelum diskusi bertajuk “S. Rukiah dalam Cinta dan Perjuangan” dimulai pada Rabu, 25 Oktober 2023. Mereka adalah paduan suara Dialita.
Pada pagi itu, Dialita menyanyikan empat lagu, yaitu Dunia Milik Kita, Ku Pandang Langit, Semakin Memble, dan Salam Harapan. Salah satu lagu diciptakan oleh pengarang lagu terkenal. “Lagu Dunia Milik Kita merupakan karya Pak Sudharnoto yang juga pencipta lagu Garuda Pancasila,” kata Uchi, salah satu anggota Dialita.
Dialita merupakan singkatan dari Di Atas Lima Puluh Tahun, karena umur para anggotanya 50 hingga 70 tahun, bahkan ada yang lebih dari 80 tahun. Mereka penyintas langsung dan keluarga penyintas yang mencoba bangkit dari masa lalu yang kelam setelah peristiwa 1965.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















