top of page

Menyanyi untuk Menyembuhkan

Tragedi 1965 menggoreskan luka dan trauma yang mendalam bagi para penyintas. Paduan suara Dialita berupaya menyembuhkan luka masa lalu itu dengan lagu.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Penampilan Dialita sebelum diskusi tentang S. Rukiah di Ruang Pamong Budaya di Gedung E, Kompleks Kemendikbudristek, Jakarta, 25 Oktober 2023. (Amanda Rachmadita/Historia.ID).

  • 27 Nov 2023
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 25 Apr

SATU per satu ibu-ibu memasuki Ruang Pamong Budaya di Gedung E, Kompleks Kemendikbudristek, Jakarta. Senyum merekah terpancar di wajah mereka saat berbaris menghadap penonton. Mengenakan pakaian tradisional beraneka warna, ibu-ibu itu siap unjuk kebolehan menyanyikan sejumlah lagu, sebelum diskusi bertajuk “S. Rukiah dalam Cinta dan Perjuangan” dimulai pada Rabu, 25 Oktober 2023. Mereka adalah paduan suara Dialita.


Pada pagi itu, Dialita menyanyikan empat lagu, yaitu Dunia Milik Kita, Ku Pandang Langit, Semakin Memble, dan Salam Harapan. Salah satu lagu diciptakan oleh pengarang lagu terkenal. “Lagu Dunia Milik Kita merupakan karya Pak Sudharnoto yang juga pencipta lagu Garuda Pancasila,” kata Uchi, salah satu anggota Dialita.


Dialita merupakan singkatan dari Di Atas Lima Puluh Tahun, karena umur para anggotanya 50 hingga 70 tahun, bahkan ada yang lebih dari 80 tahun. Mereka penyintas langsung dan keluarga penyintas yang mencoba bangkit dari masa lalu yang kelam setelah peristiwa 1965. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah shared a room with Siti Soendari, the youngest sister of Dr. Soetomo. They had different personalities but complemented each other very well.
Pandemi COVID-19 berimbas pada Olimpiade Tokyo. Seolah mengulang cerita kelam 80 tahun silam meski penyebabnya berbeda.
Pandemi COVID-19 berimbas pada Olimpiade Tokyo. Seolah mengulang cerita kelam 80 tahun silam meski penyebabnya berbeda.
Konsep Jabotabek dikritik karena bukan mengurangi tapi akan menambah beban Jakarta.
Konsep Jabotabek dikritik karena bukan mengurangi tapi akan menambah beban Jakarta.
Bukan mangkrak, museum ini cuma butuh dana dan komitmen yang besar. Butuh dana 40 milyar lagi.
Bukan mangkrak, museum ini cuma butuh dana dan komitmen yang besar. Butuh dana 40 milyar lagi.
 Kisah penerjunan sinterklas oleh AU Inggris di laga Aston Villa vs Arsenal menjelang Hari Natal yang berakhir pelik.
Kisah penerjunan sinterklas oleh AU Inggris di laga Aston Villa vs Arsenal menjelang Hari Natal yang berakhir pelik.
 Juri memilih Historia sebagai media partner yang paling inovatif dalam menyajikan konten sejarah populer
Juri memilih Historia sebagai media partner yang paling inovatif dalam menyajikan konten sejarah populer
Jepang bisa jadi adidaya tak lepas dari belajar ke Indonesia. Mengapa Indonesia tak mau meniru meski harus berguru pada murid?
Jepang bisa jadi adidaya tak lepas dari belajar ke Indonesia. Mengapa Indonesia tak mau meniru meski harus berguru pada murid?
transparant.png
bottom of page