- Martin Sitompul

- 25 Okt 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 9 Jan
ZAMAN sekarang, perempuan berparas campuran atau sering disebut “Indo” sangat digandrungi. Tengok saja di televisi, begitu banyak artis Indonesia berdarah campuran. Entah itu pemain sinetron, pemain film, atau penyanyi. Dengan mata berwarna dan kulit lebih putih, stereotipe kecantikan melekat sebagai anugrah pada mereka yang berparas Indo. Tapi, itu konsep kekinian. Pada masa kolonial Hindia Belanda, perempuan Indo justru kerap mengalami diskriminasi gender dan rasial.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












