top of page

Prostitusi di Perkebunan Deli

Cerita suram perempuan Jawa yang mengadu nasib di perkebunan Deli.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kuli memilah tembakau di gudang sortasi dan fermentasi. (Wereldmuseum Amsterdam/Wikimedia Commons).

17 Jan 2019
4 menit membaca

BAGAIMANA caranya seorang perempuan Jawa di Deli bisa membeli sarung? Mereka harus susah payah mengumpulkan uang sen demi sen. Lima sen adalah harga sekali kencan melayani kuli seorang pria Tionghoa. Maka untuk bisa memperoleh sehelai sarung yang harganya 100 sen, mereka harus mampu melakukan persetubuhan dengan kuli pria Tionghoa sebanyak dua puluh kali. 


Demikianlah kisah perjuangan buruh perempuan yang berprofesi sebagai pelacur di perkebunan Deli, Sumatera Timur. Kondisi miris itu digambarkan ahli hukum Belanda Mr. J. van den Brand dalam buku ringkasnya bertajuk Milioenen uit Deli (Berjuta-juta dari Deli). Brand yang seorang pengacara di kota Medan dan pemimpin redaksi De Sumatera Post menerbitkan brosurnya pada 1902.


Dalam brosurnya, Brand menyingkap penderitaan yang dialami para kuli terlebih kuli perempuan yang terpaksa menjadi sundal demi bertahan hidup. “Jangan heran bahwa wanita sebagai itu (pelacur) untuk memiliki sehelai sarung sebagai penutup badannya, harus menjual diri,” kata Brand.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi kepala polisi wilayah Banyumas pada awal kemerdekaan. Dekat dengan anak buah, Gatot berhasil memimpin pasukan dalam pertempuran Ambarawa.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
Kepala rumah tangga istana menyembelih ayam kesayangan Bung Hatta. Dia dipenjara bersama tahanan politik Peristiwa 3 Juli 1946.
Kepala rumah tangga istana menyembelih ayam kesayangan Bung Hatta. Dia dipenjara bersama tahanan politik Peristiwa 3 Juli 1946.
Sjfaruddin yang memiliki keahlian di bidang ekonomi dipercaya Sjahrir sebagai menteri muda keuangan dalam Kabinet Sjahrir II. Mengeluarkan kebijakan untuk menggunting uang NICA dan uang Javasche Bank pecahan Rp. 5 menjadi dua bagian.
Sjfaruddin yang memiliki keahlian di bidang ekonomi dipercaya Sjahrir sebagai menteri muda keuangan dalam Kabinet Sjahrir II. Mengeluarkan kebijakan untuk menggunting uang NICA dan uang Javasche Bank pecahan Rp. 5 menjadi dua bagian.
Di masa tuanya, Sjafruddin yang sudah tidak berpolitik memilih menampilkan diri sebagai seorang mubaligh.
Di masa tuanya, Sjafruddin yang sudah tidak berpolitik memilih menampilkan diri sebagai seorang mubaligh.
Upaya mencari dana pembangunan di ibukota. Perusahaan Daerah sempat tak memenuhi harapan.
Upaya mencari dana pembangunan di ibukota. Perusahaan Daerah sempat tak memenuhi harapan.
Sejarawan Ayang Utriza Yakin paparkan beberapa kesalahan teknis dalam penyusunan Kamus Sejarah Indonesia Jilid I terbitan Kemendikbud.
Sejarawan Ayang Utriza Yakin paparkan beberapa kesalahan teknis dalam penyusunan Kamus Sejarah Indonesia Jilid I terbitan Kemendikbud.
Kekerasan, darah, seks, dan eksploitasi tubuh perempuan mendominasi film-film silat Indonesia. Wiro Sableng kekinian berusaha meninggalkannya.
Kekerasan, darah, seks, dan eksploitasi tubuh perempuan mendominasi film-film silat Indonesia. Wiro Sableng kekinian berusaha meninggalkannya.
transparant.png
bottom of page