top of page

Penjaja Diri di Kebun Deli

Kisah penderitaan para kuli perempuan di perkebunan Sumatera Timur.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kuli perempuan di perkebunan Deli sedang membereskan tumpukan daun tembakau. (Koninklijk Instituut voor de Tropen (KIT) No. 0290-046, No Inventaris F.3, Arsip Nasional Republik Indonesia/Iyos).

10 Jan 2019
3 menit membaca

Diperbarui: 9 Mei

TERCIDUKNYA artis beken berinisial VA kembali menguak tabir prostitusi yang melibatkan artis. Angka transaksinya mencengangkan: 80 juta rupiah. Kabar ini lantas viral dan jadi perbincangan.


Dari masa ke masa, faktor ekonomi (uang) selalu memainkan peran utama dalam bisnis esek-esek macam ini. Di kalangan selebritas, gaya hidup yang serba glamor menuntutnya agar terus eksis. Dan ini perlu biaya tinggi. Tidak heran keputusan untuk melacurkan diri jadi opsi. Apalagi di zaman sekarang, semakin majunya teknologi informasi, memungkinkan bisnis prostitusi dilakukan secara daring. Bila sudah berususan dengan hukum, kaum perempuanlah yang paling merasakan nahasnya.


Kembali ke masa silam, fenomena yang hampir serupa juga pernah mewarnai kehidupan masyarakat perkebunan di tanah Deli, Sumatera Timur. Prostitusi awalnya diperkenalkan sebagai solusi persoalan sosial di perkebunan. Seiring waktu, ia menjadi bisnis hitam yang mengeksploitasi perempuan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi kepala polisi wilayah Banyumas pada awal kemerdekaan. Dekat dengan anak buah, Gatot berhasil memimpin pasukan dalam pertempuran Ambarawa.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
Sjfaruddin yang memiliki keahlian di bidang ekonomi dipercaya Sjahrir sebagai menteri muda keuangan dalam Kabinet Sjahrir II. Mengeluarkan kebijakan untuk menggunting uang NICA dan uang Javasche Bank pecahan Rp. 5 menjadi dua bagian.
Sjfaruddin yang memiliki keahlian di bidang ekonomi dipercaya Sjahrir sebagai menteri muda keuangan dalam Kabinet Sjahrir II. Mengeluarkan kebijakan untuk menggunting uang NICA dan uang Javasche Bank pecahan Rp. 5 menjadi dua bagian.
Di masa tuanya, Sjafruddin yang sudah tidak berpolitik memilih menampilkan diri sebagai seorang mubaligh.
Di masa tuanya, Sjafruddin yang sudah tidak berpolitik memilih menampilkan diri sebagai seorang mubaligh.
Upaya mencari dana pembangunan di ibukota. Perusahaan Daerah sempat tak memenuhi harapan.
Upaya mencari dana pembangunan di ibukota. Perusahaan Daerah sempat tak memenuhi harapan.
Sejarawan Ayang Utriza Yakin paparkan beberapa kesalahan teknis dalam penyusunan Kamus Sejarah Indonesia Jilid I terbitan Kemendikbud.
Sejarawan Ayang Utriza Yakin paparkan beberapa kesalahan teknis dalam penyusunan Kamus Sejarah Indonesia Jilid I terbitan Kemendikbud.
Kekerasan, darah, seks, dan eksploitasi tubuh perempuan mendominasi film-film silat Indonesia. Wiro Sableng kekinian berusaha meninggalkannya.
Kekerasan, darah, seks, dan eksploitasi tubuh perempuan mendominasi film-film silat Indonesia. Wiro Sableng kekinian berusaha meninggalkannya.
Pulau Semau di barat Kupang menjadi saksi bisu pengorbanan para pejuang kemerdekaan Indonesia. Beberapa dari mereka ditahan di sana karena melawan Belanda.
Pulau Semau di barat Kupang menjadi saksi bisu pengorbanan para pejuang kemerdekaan Indonesia. Beberapa dari mereka ditahan di sana karena melawan Belanda.
transparant.png
bottom of page