top of page

Menyoal Rumor Kekerasan Seksual dalam Peristiwa Kerusuhan Mei 1998

Sejumlah perempuan jadi korban pemerkosaan dan kekerasan seksual dalam kerusuhan Mei 1998 jelang lengsernya Soeharto. Meski kelam dan tragis, tragedi kemanusiaan tidak sepatutnya luput dalam catatan sejarah.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sisa-sisa kerusuhan Mei 1998. (Gatra, 23 Mei 1998).

18 Jun 2025
4 menit membaca

LEMBARAN sejarah kasus kekerasan seksual yang menyasar warga etnis Tionghoa dalam kerusuhan Mei 1998 kembali dibuka menyusul pernyataan kontroversial Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Dalam sebuah siniar, Menteri Fadli menyatakan kasus tersebut masih sebatas rumor dan belum terbukti secara hukum. Sontak pernyataan itu menuai kritik dari berbagai kalangan, terutama dari pihak yang berempati pada korban.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page