Kelompok oposisi yang kritis terhadap pemerintahan otoriter Orde Baru. Sebagian masih sempat menyaksikan rezim Orde Baru tumbang, sebagian lagi diakui sebagai pahlawan nasional.
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
After leading the PETA uprising in Blitar, Supriyadi fled to the jungle and disappeared. It is believed that he was secretly killed by the Japanese as his body is nowhere to be found to this day.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Pernah berguru ke Rahmah El Yunusiyah dan H.R. Rasuna Said, Shamsiah Fakeh getol memperjuangkan kemerdekaan negeri dan kaumnya. Kini, buku memoar aktivis Malaysia berdarah Minang itu dilarang pemerintah Malaysia.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
Dalam novel-novel karangannya, Motinggo Boesje menyuguhkan bumbu seksualitas dan erotisme yang digandrungi pembaca. Di akhir masa kepengarangannya, dia menekuni sastra serius.
Selain melakukan upaya melawan lupa terhadap kekerasan seksual dalam kerusuhan Mei 1998, masyarakat juga perlu memastikan bahwa narasi sejarah tidak dijadikan alat untuk melegitimasi kekuasaan.
Anggota Komisi X DPR RI menuntut Menteri Kebudayaan Fadli Zon meminta maaf atas pernyataan kontroversialnya terkait kekerasan seksual terhadap perempuan dalam kerusuhan Mei 1998.
Sejak dulu Fadli Zon meragukan terjadinya kekerasan seksual terhadap perempuan dalam kerusuhan Mei 1998. Dia menyebutnya sebagai upaya untuk menjatuhkan Islam.
Dalam pidato pertamanya di hadapan DPR/MPR RI, Presiden B.J. Habibie menyebut kekerasan seksual terhadap perempuan dalam kerusuhan Mei 1998 sebagai perbuatan biadab yang memalukan.
Sejumlah perempuan jadi korban pemerkosaan dan kekerasan seksual dalam kerusuhan Mei 1998 jelang lengsernya Soeharto. Meski kelam dan tragis, tragedi kemanusiaan tidak sepatutnya luput dalam catatan sejarah.
Kerusuhan Mei 1998 terus menjadi diskursus hingga saat ini. Komnas HAM telah menetapkan peristiwa ini sebagai pelanggaran HAM berat, namun penyelesaiannya belum juga tuntas.
Advokasi korban pemerkosaan dan kekerasan seksual dalam kerusuhan Mei 1998 memicu teror dan ancaman, bahkan pembunuhan. Seperti yang terjadi pada Ita Martadinata.
Prahara 1998 yang nyaris “membakar” Yogyakarta membuat Sultan HB X ambil sikap. Meredam tensi dengan Pisowanan Ageng hingga hadir di Deklarasi Ciganjur.
Sejumlah perempuan menjadi korban pemerkosaan dan kekerasan seksual dalam kerusuhan Mei 1998. Hal ini mendorong aktivisme memperjuangkan keadilan bagi korban dan awal terbentuknya Komnas Perempuan.