- 18 Jun 2025
- 3 menit membaca
Diperbarui: 26 Feb
TIDAK hanya sekali Presiden B.J. Habibie menyampaikan kecaman terhadap kekerasan seksual yang dialami sejumlah perempuan dalam kerusuhan Mei 1998. Habibie menyampaikan pernyataan resmi mengutuk kekerasan dalam kerusuhan Mei 1998, termasuk kekerasan terhadap perempuan, pertama kali dalam konferensi pers yang disiarkan langsung oleh saluran televisi pada 15 Juli 1998.
Presiden Habibie kembali mengakui dan mengecam kekerasan dalam kerusuhan Mei 1998 ketika menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka HUT ke-53 Republik Indonesia di depan DPR/MPR RI pada 15 Agustus 1998.
Dalam pidato pertamanya di hadapan DPR/MPR RI sejak menjabat sebagai presiden, Habibie berbicara panjang lebar mengenai pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi dalam kerusuhan Mei 1998.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












