top of page

Merentang Sejarah Uang

Uang telah digunakan di Nusantara sejak zaman kuno. Butuh waktu lama untuk menyatukan mata uang.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Uang VOC. (Historia.ID/Koleksi Museum Bank Indonesia).

  • 4 Okt 2020
  • 6 menit membaca

Diperbarui: 5 Agu

MASIHKAH Anda membawa uang di dompet? Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan uang kartal (kertas dan logam) mengalami penurunan. Perkembangan teknologi mendorong masyarakat untuk memilih uang elektronik. Evolusi uang tengah berlangsung.


Jauh sebelum mengenal uang, manusia melakukan barter atau pertukaran barang atau jasa untuk barang dan jasa yang diinginkan. Praktik barter telah dimulai sejak puluhan ribu tahun lalu. Namun, tak mudah untuk meraih kesepakatan mengenai nilai pertukarannya. Timbullah kebutuhan akan adanya suatu alat penukar.


Selama berabad-abad berbagai benda dipakai sebagai alat pertukaran atau alat pembayaran seperti kulit kerang, batu permata, gading, telur, garam, beras, binatang ternak, atau benda-benda lainnya. Dalam perkembangan selanjutnya masyarakat menggunakan benda-benda seperti logam dan kertas sebagai uang.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
bg-gray.jpg
Captain Drury, a veteran of the Java Invasion, is the only British person buried in the old Dutch cemetery at the Bogor Botanical Gardens.
transparant.png
bottom of page