top of page

Miris, Nasib Bandara Internasional Pertama di Indonesia

Kondisi menyedihkan dari bandar udara pertama di Indonesia yang dibuka untuk penerbangan internasional. Dulu terkenal kini hanya menjadi tempat penampungan hewan kurban nan angker.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lapangan bekas parkir mobil Bandara Kemayoran yang dipenuhi hewan kurban. (Fernando Randy/Historia.id).

3 Agu 2020
2 menit membaca

Diperbarui: 26 Mei

BANDAR Udara (Bandara) Kemayoran, Jakarta, resmi berdiri pada 8 Juli 1940. Inilah bandara pertama untuk pelayanan penerbangan internasional di Indonesia. Selama beroperasi, bandara ini sangat terkenal.


Komik Tin-Tin karangan Herge, seniman asal Belgia, yang terkenal itu menyebut Bandara Kemayoran dalam seri Flight 714 to Sydney. Seri ini menceritakan perjalanan Tin-Tin, tokoh utama komik, dari London menuju Sydney untuk mengikuti kongres Astronotika Internasional. Dia pergi bersama Kapten Haddock, Profesor Calculus, dan anjingnya Snowy.


Mereka transit di Bandara Kemayoran, lalu beralih maskapai. Dari Qantas Boeing 707 penerbangan 714 ke pesawat pribadi milik miliuner Lazslo Carriedas. Mereka berpetualang ke Pulau Bompa, wilayah Sondonesia. Tin-Tin adalah komik laris pada masanya dan terjual di hampir 50 negara. Dengan demikian nama bandara yang pernah menggelar acara ulang tahun Ratu Belanda, Wilhelmina, tersebut semakin dikenal luas. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page