top of page

Jejak Cinta yang Terpahat di Bandara

Sukarno menggandeng seniman untuk mempercantik Bandara Internasional Kemayoran. Hasilnya, gambaran Indonesia dan cinta pada perempuan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Panel relief karya Harijadi Sumadidjaja di eks Bandara Internasional Kemayoran. (Fernando Randy/Historia.ID).

30 Jun 2024
5 menit membaca

Diperbarui: 31 Mar

KABAR melegakan itu pun datang. Setelah lama terbengkalai, eks Bandara Kemayoran akan dijadikan cagar budaya dan dibuka untuk publik. Selain merupakan bandara internasional pertama di Indonesia, ia menyimpan beberapa relief karya maestro Indonesia.


Pada 17 hingga 21 Juli 2019, Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Pusat Pengelolaan Kompleks (PPK) Kemayoran menggelar kegiatan Konservasi Karya Relief di eks Bandara Kemayoran. Mereka memamerkan tiga relief yang dulu menemani para penumpang di ruang VIP (Very Important Person) Bandara Kemayoran. Ketiga relief itu bercerita tentang Sangkuriang, flora dan fauna, serta manusia Indonesia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page