top of page

Akhir Bandara Kemayoran

Bandara Kemayoran ditutup setelah 45 tahun beroperasi. Pernah masuk dalam cerita komik Tintin.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Bandara Kemayoran tahun 1976. Foto: wikipedia.org.

1 Apr 2018
2 menit membaca

PADA 31 Maret 1985, Bandara Kemayoran berhenti beroperasi. Bandara ini dianggap sudah tak layak lagi beroperasi karena letaknya di tengah kota dan kebutuhan pembangunan wilayah Jakarta Utara.


Bandara Kemayoran pernah ramai diberitakan karena disebut dalam cerita komik The Adventure of Tintin. Dalam seri Flight 714 to Sydney, diceritakan dalam perjalanannya dari London menuju Sydney untuk mengikuti kongres Astronotika Internasional, Tintin bersama Kapten Haddock, Profesor Calculus, dan anjingnya Snowy, transit di Bandara Kemayoran. Mereka beralih dari maskapai Qantas Boeing 707 penerbangan 714 ke pesawat pribadi milik milyuner Lazslo Carriedas. Mereka mengalami petualangan di Pulau Bompa, wilayah Sondonesia.


Bandara Kemayoran dibangun pemerintah Hindia Belanda pada 1934. Pembangunan itu bersama asrama tentara Belanda berpangkat mayor di Jalan Garuda. “Orang-orang pribumi lalu menyebut kawasan ini sebagai Kemayoran,” tulis Windoro Adi dalam Batavia, 1740: Menyisir Jejak Betawi.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pemilihan AM. “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado tak hanya menjadikannya walikota perempuan pertama pasca-dibubarkannya RIS. Pemilihannya juga menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
transparant.png
bottom of page