top of page

Misteri Senjata Nuklir Israel

Israel pernah ancam jatuhkan bom nuklir ke Palestina. Benarkah negara zionis itu punya senjata nuklir?

loading_historia_white.gif
transparant.png

Fasilitas Nuklir Dimona di Gurun Negev (Vierkant/Wikimedia)

17 Jun 2025
6 menit membaca

Diperbarui: 9 Mar

HINGGA bulan keenam tahun ini, Israel sudah melancarkan serangan ke lima negara: Palestina, Lebanon, Suriah, Yaman, dan Iran. Namun begitu diserang balik Iran dengan misil-misil balistiknya, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu kabur ke Yunani. Warganya yang selama ini “merayakan” penderitaan penduduk Palestina di Gaza dan Tepi Barat pun mulai histeris dan kocar-kacir mencari perlindungan. 

 

Saling balas serangan Israel-Iran jelas merecoki negosiasi program nuklir antara Iran dan Amerika Serikat yang sudah dilakukan di Oman dan Roma, Italia April 2025 lalu. Akibat serangan Israel ke ibukota Tehran pada Jumat (13/6/2025), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memastikan fase negosiasi berikutnya yang dijadwalkan pada 22 Juni 2025 di Oman dipastikan batal. 

 

Pada 8 Juni 2025 lalu, Menteri Intelijen Iran Esmail Khatib mengklaim memiliki dokumen-dokumen rahasia dan sensitif terkait program nuklir Israel dan keterkaitan Amerika serta negara-negara Barat lain dalam pengembangan fasilitasnya. Pada dini hari 13 Juni 2025, PM Netanyahu membalasnya dengan menyatakan Israel melancarkan serangan preemtif dengan sandi Operation Rising Lion. Misil-misil Israel dan sejumlah drone-nya pun menyasar gedung-gedung permukiman di Tehran dan beberapa fasilitas nuklir Iran. Serangan Israel menuai kecaman sejumlah pihak, termasuk Badan Energi Atom Internasional (IAEA). 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page