top of page

Moestopo Sang Jenderal Nyentrik

Aksi dan ide-idenya dikenal selalu nyeleneh. Egaliter dan tipikal komandan lapangan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Mayjen TNI Moestopo. (Koleksi Moehkardi).

7 Jan 2018
2 menit membaca

Diperbarui: 13 Jun

SATYA GRAHA Graha masing ingat pertemuan itu. Ketika mendaftar menjadi anggota Markas Besar Pertempuran Djawa Timoer di Madiun, dia diwawancarai langsung oleh pimpinan pasukan Mayjen TNI Moestopo. Saat wawancara berlangsung, pelayan datang menyuguhi secangkir kopi. Alih-alih dinikmatinya, Moestopo malah menggeser cangkir kopi itu ke hadapan Satya.


“Nih kamu minum saja kopinya, soalnya hanya satu cangkir,” ujar sang jenderal.


Moestopo dikenal sebagai sosok egaliter sekaligus nyeleneh. Ketika memimpin Divisi Mobil yang beroperasi menggunakan kereta api, dia kerap nekat menyerang militer Belanda dari atas kereta api yang dikendarai dengan kecepatan tinggi.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page