top of page

Moestopo vs Hatta di Tengah Pertempuran Surabaya

Kesal dengan Moestopo yang kepala batu, Mohammad Hatta sempat berselisih paham di depan perwira Inggris.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Mayor Jenderal Moestopo dan Wakil Presiden Mohammad Hatta. (Koleksi Moehkardi dan Wikimedia Commons).

24 Nov 2020
3 menit membaca

Diperbarui: 13 Jun

AKHIR Oktober 1945. Brigade Infanteri ke-49 Divisi India ke-23 pimpinan Brigadir A.W.S. Mallaby ada di ambang kehancuran. Menurut sejarawan militer Richard McMillan, para veteran Perang Dunia II itu seolah tak berkutik dalam kepungan arek-arek Suroboyo. Hingga hari ke-2 pertempuran), mereka telah membunuh ratusan serdadu Inggris, termasuk 16 perwira di dalamnya.


“Karena suatu 'pamer kekuatan', 427 nyawa dari pasukan yang secara keseluruhan memiliki sekira 4.000 prajurit, melayang begitu saja,” ungkap McMillan dalam The British Occupation of Indonesia, 1945-1946.


Para pejuang Surabaya itu dipimpin oleh seorang dokter gigi bernama Moestopo. Lelaki kelahiran Kediri pada 13 Juni 1913 itu bukanlah orang sembarangan. Selain pernah menjadi salah satu lulusan terbaik sekolah calon perwira PETA di Bogor, dia juga termasuk daidancho (komandan batalyon) kharismatik di Jawa Timur.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Nilai budaya Melayu mulai luntur. Namun, bisa kembali dihidupkan melalui ingatan kolektif yang masih muncul dalam tradisi masyarakat Melayu.
Nilai budaya Melayu mulai luntur. Namun, bisa kembali dihidupkan melalui ingatan kolektif yang masih muncul dalam tradisi masyarakat Melayu.
Permainan serupa latto-latto pernah digandrungi anak-anak di Amerika Serikat, Inggris, dan Eropa. Permainan ini kemudian dilarang karena berbahaya.
Permainan serupa latto-latto pernah digandrungi anak-anak di Amerika Serikat, Inggris, dan Eropa. Permainan ini kemudian dilarang karena berbahaya.
transparant.png
bottom of page