top of page

Kisah Moestopo, Penyandang Gelar Terbanyak

Sejak muda Moestopo dikenal sebagai sosok nyentrik. Menyandang gelar yang panjang, mulai mayor jenderal hingga pengawal Pancasila.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Moestopo. (Koleksi Moehkardi).

15 Jun 2021
3 menit membaca

Diperbarui: 13 Jun

MEGAWATI Sukarnoputri dianugerahi gelar sebagai profesor kehormatan oleh Fakultas Strategi Pertahanan jurusan Ilmu Pertahanan di bidang Kepemimpinan Strategis Universitas Pertahanan (Unhan) Jakarta pada 11 Juni 2021. Penganugerahan itu menjadi pelengkap 9 gelar doktor kehormatan (Doktor Honoris Causa) lainnya yang juga disandang ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut.


Dengan pengukuhan itu, Megawati menjadi salah satu tokoh Indonesia yang menyandang gelar terbanyak. Namun jauh sebelumnya, ada seorang tokoh yang telah memiliki gelar lebih banyak yakni Moestopo. Dia tercatat setidaknya memiliki 18 gelar.


“Kalau kita meminta dia menulis namanya secara lengkap maka tanpa ragu-ragu dia akan menulis: Mayor Jenderal TNI (Purnawirawan), Profesor, Doktor, OS, ORTH, OPDENT, PROSTH, PEDO/DHE/BIOL./PANC., Bapak Publistik Ilmu Komunikasi, Bapak Ilmu Kedokteran Gigi Indonesia, Bapal Ilmu Bedah Rahang Indonesia, Penyandang Maha Putera Utama dan Pengawal Pancasila,” tulis Pikiran Rakyat, 20 Februari 1986.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page