top of page

Moestopo Usulkan Gelar Doktor Kehormatan untuk Soeharto

Dianggap berjasa besar membangun Indonesia dan menolong rakyat kelaparan di dunia, Moestopo menyarankan tiga universitas besar memberikan gelar doktor honoris causa kepada Presiden Soeharto.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Moestopo dan Soeharto. (Gun Gun Gunadi/Historia.ID).

  • 17 Jun 2021
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 13 Jun

MANTAN Presiden Republik Indonesia Megawati Sukarnoputri dianugerahi gelar profesor kehormatan oleh Fakultas Strategi Pertahanan jurusan Ilmu Pertahanan di bidang Kepemimpinan Strategis Universitas Pertahanan (Unhan) Jakarta pada 11 Juni 2021. Penganugerahan itu menjadi pelengkap 9 gelar doktor kehormatan (Doktor Honoris Causa) lainnya yang juga disandang ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut.


Gelar doktor kehormatan pernah pula hampir disandang oleh mantan Presiden Soeharto. Ceritanya, saat memperingati Hari Pahlawan yang ke-40, Mayor Jenderal TNI (Pun.) Prof. Dr. Moestopo mengusulkan kepada tiga universitas besar di Indonesia (Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Gajah Mada) untuk memberikan gelar doktor kehormatan (Doctor Honoris Causa) kepada Presiden Soeharto.


Pemimpin Pertempuran Surabaya itu menyatakan Soeharto sangat pantas untuk mendapat gelar tersebut mengingat jasa-jasanya di tingkat nasional maupun internasional. Secara nasional, kata Moestopo, Soeharto telah mampu mewujudkan pembangunan di bidang pertanian dan industri. Sedangkan di tingkat internasional, Soeharto merupakan inisiator penanggulangan bencana kelaparan di berbagai belahan dunia lewat Forum Roma yang berlangsung pada 14 November 1985.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
KH Chalimi once led the Surabaya student movement opposing Suharto’s re-election as president. He was arrested and then detained at the notorious Kalisosok Prison.
bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
Penutup kepala yang sekaligus menunjang penampilan dan gaya.
Penutup kepala yang sekaligus menunjang penampilan dan gaya.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Ada banyak cara memecahkan masalah kepadatan lalu-lintas ibukota. Salah satunya dengan menebeng.
Ada banyak cara memecahkan masalah kepadatan lalu-lintas ibukota. Salah satunya dengan menebeng.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
Brompton bukan sepeda lipat pertama di dunia. Tapi mengapa ia begitu terkenal?
Brompton bukan sepeda lipat pertama di dunia. Tapi mengapa ia begitu terkenal?
transparant.png
bottom of page