top of page

Mudahnya Kopral Dukun Mempecundangi PRRI

Kisah seorang prajurit Banteng Raiders yang ikut melawan PRRI di Sumatra Barat. Prestasinya mengesankan

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 13 Apr 2023
  • 2 menit membaca

Dari Jawa Tengah, pasukan Banteng Raider (BR) dikirim jauh-jauh ke Sumatra untuk melawan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). BR yang berasal dari Komando Tentara dan Teritorium Diponegoro, Jawa Tengah –hingga akhir 1959, panglima Diponegoro adalah Kolonel Soeharto– punya reputasi yang mumpuni. Sebab, lawan yang dihadapi bukan “kaleng-kaleng”.


“Ketika PRRI mengangkat senjata melawan pemerintah pusat, maka dukungan serta bantuan pihak Amerika Serikat dan sekutunya diwujudkan dalam bentuk yang lebih nyata. Bantuan itu antara lain terlihat dari suplai senjata,” catat Gusti Asnan dalam Memikir ulang Regionalisme: Sumatera Barat tahun 1950-an.


Selain senjata, Audrey Kahin dalam Dari Pemberontakan ke Integrasi: Sumatra Barat dan Politik Indonesia, 1926-1998 menyebut, pelatihan pun diberikan kepada PRRI.



“Kalau tentara rezim Sukarno berani menginjakkan kakinya di bumi PRRI, maka sejengkal tanah pun akan kami pertahankan sampai tetes darah yang penghabisan,” seru PRRI seperti dicatat Sersan Mayor Bandel dalam Madjalah Angkatan Darat, 6 Juni 1958. Cerita Sersan Mayor Bandel ini tentu berdasarkan sudut pandang Angkatan Darat sebagai lawan PRRI.


Tentu saja PRRI sedang merasa kuat kala itu. Jadi mereka berusaha menggetarkan dulu lawannya yang akan mendarat.


Toh, gertakan itu semata bentuk psywar. Ketika pasukan pusat, termasuk BR, mendarat di Pekanbaru kemudian, perlawanan yang mereka terima tak semenakutkan gertakan lawan.


“Kami hanya melepaskan beberapa butir peluru, kemudian kami menyusir daratan Riau dan setiap berpapasan dengan satuan-satuan pemberontak (PRRI), hanya penembak Bren dari regu yang terdepan saja yang memuntahkan beberapa pelurunya, dan satu-satuan pemberontak tersebut sudah mengangkat tangannya tinggi-tinggi,” kata Sersan Mayor Bandel.

Pasukan PRRI tak punya disiplin tempur yang baik. Mereka dengan mudah menyerah.



Akhirnya pasukan BR, yang punya pengalaman melawan pemberontak Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Jawa Tengah itu, jadi tidak merasa bertempur. Tugas tempurnya seperti melakukan perjalanan ke daerah yang tak dikenal saja. Pasukan BR itu kemudian tiba di Sawahlunto.


Sebuah regu BR punya seorang kopral senior yang berpengalaman dalam pertempuran. Kopral ini dijuluki Kopral Dukun. Suatu kali Kopral Dukun dan beberapa prajurit bawahannya hendak menyergap sebuah pos senapan mesin Watermantel.


Kopral Dukun bergerak maju mendekati posisi senapan mesin itu dengan hati-hati. Setelah berjarak 4 meter dengan pos senapan mesin, Kopral Dukun melemparkan pisaunya ke salah satu pelayan senapan. Pelayan senapan mesin yang lain lalu dilempari batu sebesar nanas hingga pingsan. Penembak senapan mesin PRRI itu lalu melihat ke ke arah Kopral Dukun.


“Aku kopral Banteng Raiders! Kamu mau apa?” kata Kopral Dukun.


“Saya akan bertobat, Pak!” kata si penembak.


Setelahnya, anggota PRRI lain di tempat itu pun menyerah. Senjata-senjata mereka tentu saja disita tentara pemerintah yang datang dari Jawa.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Jauh sebelum kedatangan Belanda, tradisi literasi masyarakat Betawi telah berkembang pesat. Bahkan, mereka sudah mengenal penyewaan naskah.
bg-gray.jpg
Sebagai lulusan sekolah guru, Sudiro menghabiskan masa mudanya dengan menjadi guru sekaligus aktivis pergerakan nasional.
bg-gray.jpg
Selain jago catur, Sudiro muda mengisi hari-harinya semasa sekolah dengan aktif dalam pergerakan Jong Java dan kepanduan.
bg-gray.jpg
Kelahirannya disambut gembira oleh kakeknya sebagai cucu pertama. Diberinya nama Sudiro yang berarti berani. Selamat dari wabah Flu Spanyol.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Purbaya mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Purbaya mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Kisah kapten yang marah kepada komandannya. Satu telinga komandannya dipotongnya.
Kisah kapten yang marah kepada komandannya. Satu telinga komandannya dipotongnya.
Meredupnya prestise majalah sastra dan bertumbuhnya komunitas sastra daerah. Di era digital, setiap orang bisa menerbitkan karyanya sendiri.
Meredupnya prestise majalah sastra dan bertumbuhnya komunitas sastra daerah. Di era digital, setiap orang bisa menerbitkan karyanya sendiri.
Magnetron merupakan komponen penting dalam teknologi radar untuk perang. Seorang insinyur mengembangkannya untuk mesin pemanas makanan.
Magnetron merupakan komponen penting dalam teknologi radar untuk perang. Seorang insinyur mengembangkannya untuk mesin pemanas makanan.
Terpilih secara aklamasi menjadi Presiden RI, bagaimana perjalanan hidup Sukarno?
Terpilih secara aklamasi menjadi Presiden RI, bagaimana perjalanan hidup Sukarno?
Asrul Sani seniman legendaris, dikenal sebagai sastrawan, penyair, dan sineas. Pernah menjadi anggota laskar rakyat dan lulusan sarjana kedokteran hewan.
Asrul Sani seniman legendaris, dikenal sebagai sastrawan, penyair, dan sineas. Pernah menjadi anggota laskar rakyat dan lulusan sarjana kedokteran hewan.
transparant.png
bottom of page