top of page

Mudahnya Kopral Dukun Mempecundangi PRRI

Kisah seorang prajurit Banteng Raiders yang ikut melawan PRRI di Sumatra Barat. Prestasinya mengesankan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

KSAD Mayjen AH Nasution sedang menginspeksi pasukan dalam operasi penumpasan gerakan PRRI bersandi "17 Agustus" (Perpusnas RI)

13 Apr 2023
2 menit membaca

Diperbarui: 29 Jul

DARI Jawa Tengah, pasukan Banteng Raider (BR) dikirim jauh-jauh ke Sumatra untuk melawan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). BR yang berasal dari Komando Tentara dan Teritorium Diponegoro, Jawa Tengah –hingga akhir 1959, panglima Diponegoro adalah Kolonel Soeharto– punya reputasi yang mumpuni. Sebab, lawan yang dihadapi bukan “kaleng-kaleng”.


“Ketika PRRI mengangkat senjata melawan pemerintah pusat, maka dukungan serta bantuan pihak Amerika Serikat dan sekutunya diwujudkan dalam bentuk yang lebih nyata. Bantuan itu antara lain terlihat dari suplai senjata,” catat Gusti Asnan dalam Memikir ulang Regionalisme: Sumatera Barat tahun 1950-an.


Selain senjata, pelatihan pun diberikan kepada PRRI. “Kalau tentara rezim Sukarno berani menginjakkan kakinya di bumi PRRI, maka sejengkal tanah pun akan kami pertahankan sampai tetes darah yang penghabisan,” seru PRRI seperti dicatat Sersan Mayor Bandel dalam Madjalah Angkatan Darat, 6 Juni 1958. Cerita Sersan Mayor Bandel ini tentu berdasarkan sudut pandang Angkatan Darat sebagai lawan PRRI.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page