- 15 Agu 2025
- 3 menit membaca
PERKAWINAN antar-bangsa bukan hal baru di negeri ini. Setidaknya sudah empat abad laki-laki Eropa mengawini perempuan pribumi. Seperti yang dilakukan Johan Fredrick Thierbach dan Ketjiel. Alhasil mereka punya anak yang umum disebut sebagai “Sinyo” jika laki-laki dan “Noni” jika perempuan.
Johan menamai anak laki-lakinya yang lahir di Semarang pada 24 Oktober 1841 dengan Napoleon Fredrick Thierbach. Sinyo bernama Napoleon ini hidup di zaman pemerintah kolonial Hindia Belanda menghadapi banyak peperangan di wilayahnya yang sekarang disebut Indonesia. Maka, serdadu adalah pekerjaan yang sangat lowong bagi mereka yang butuh uang.
Sinyo Napoleon pun mengambil jalan bedil itu untuk penghidupannya sekaligus ikut menegakkan Hindia Belanda. Stamboek militernya mencatat, dia mendaftar militer di Makassar ketika usianya masih belasan tahun. Pada usia 17 tahun dia menjadi relawan dalam tentara kolonial Koninklijk Nederlandsch Indisch Leger (KNIL), di Batalyon Infanteri ke-7 di Makassar. Tinggi badannya ketika mendaftar 1,634 meter.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












