- 19 Okt 2019
- 3 menit membaca
Diperbarui: 4 Mei
KOLONEL Soeharto frustrasi berat kala dicopot dari jabatannya sebagai Pangdam Diponegoro. Markas Berkas Angkatan Darat (MBAD) mendakwanya bersalah karena melakukan bisnis ilegal. Untuk menambah pundi-pundi, Soeharto nekat berdagang dengan cara barter hasil bumi yang diselundupkan (smuggling). Sayangnya perbuatan itu terlarang dalam peraturan ketentaran.
Aksi penyelundupan yang dilancarkan Soeharto ketahuan pada 1959. Hampir saja dia dipecat oleh KSAD yang waktu itu dijabat Letjen TNI Abdul Haris Nasution. Gara-gara terjerat kasus indisipliner itu, Soeharto dirundung malu.
Soeharto yang kecewa berniat hengkang dari dunia militer. Setelah menimbang-nimbang sendiri, dia menjatuhkan pilihan profesi selanjutnya sebagai sopir taksi. Istrinya, Siti Hartinah –akrab disapa Tien– merespons kekalutan Soeharto dengan hardikan tapi tetap memancarkan kasih ala perempuan Jawa.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















