- 2 Agu 2019
- 3 menit membaca
Diperbarui: 6 hari yang lalu
KEINGINTAHUAN yang besar akan asal usul manusia Eropa, telah mejadi alasan kuat Bryan Clifford Sykes untuk memperdalam ilmu genetika manusia. Profesor di Oxford University, Inggris, ini memiliki peran yang amat penting dalam mengungkap gambaran nenek moyang bangsa Eropa yang sejatinya berkulit gelap. Amat jauh berbeda dengan keadaan sekarang.
Dalam bukunya, The Seven Daughters of Eve: The Science That Reveals Our Genetic Ancestry, Bryan menjabarkan penelitiannya tentang Cheddar Man, sosok manusia modern permulaan yang hidup di Inggris. Manusia dari 10.000 tahun lalu inilah yang mewariskan gennya kepada 10 persen populasi masyarakat Eropa sekarang.
“Tidak mudah melihat sosok yang hanya menyisakan tulang-belulangnya saja. Tetapi saya mulai dapat membayangkan struktur tubuh dan kulitnya dari konstuksi tengkorak yang ada ini,” tulis Bryan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















