Diperbarui: 22 Jul
SUATU pagi sambil minum kopi, beberapa orang menteri berkumpul di serambi belakang Istana Merdeka. Di antara mereka hadir Menteri Olahraga Maladi, Menteri Dalam Negeri dr. Soemarno Sosroatmodjo, Menteri Agama Saifuddin Zuhri, dan beberapa pejabat sipil dan militer.
Mereka tengah membicarakan nama untuk kompleks olahraga yang terletak di Senayan untuk penyelenggaraan Asian Games IV. Mereka sepakat memberi nama Pusat Olahraga Bung Karno, namun Saifuddin tidak setuju.
“Nama itu tidak cocok dengan sifat dan tujuan olahraga,” kata Saifuddin dalam otobiografinya, Berangkat dari Pesantren. Semua mata tertuju kepadanya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















