- 26 Jun 2019
- 4 menit membaca
Diperbarui: 20 Mei
BATAVIA mempunyai pusat kota baru pada awal abad ke-19. Wilayah itu berada di selatan pusat kota lama dan berjarak sekira 10 kilometer. Orang Eropa menyebut pusat kota baru sebagai Weltevreden atau wilayah yang memuaskan hati. Sekeliling Weltevreden masih berupa kebun-kebun asri. Di rimbunan kebun itulah mereka mendirikan bangunan secara lebih cermat dan sesuai dengan teknologi dan ketersediaan bahan setempat.
Situasi pusat kota baru banyak berlainan dengan pusat kota lama. Udara di sini lebih bersih ketimbang di pusat kota lama. Bangunan pun lebih nyaman dihuni karena langgamnya telah mengadopsi iklim setempat.
Adaptasi terhadap iklim setempat tampak pada luasnya beranda depan dan belakang. “Merupakan penyesuaian dengan iklim tropis lembab, yang menyukai adanya cross ventilation yang baik,” catat Handinoto dalam “Indische Empire Style: Gaya Arsitektur Tempo Doeloe yang Sekarang Sudah Mulai Punah,” termuat di Dimensi 20/Ars, Desember 1994.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















