- 14 Okt 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 29 Mei
KERAMAIAN terjadi di sekitar stasiun Jebres, Solo pada 29 Mei 1894. Keramaian itu mengalahkan keramaian pada sehari sebelumnya, saat mana hukuman mati dipertontonkan. Kali ini, keramaiannya bukan dari “pertunjukan” hukuman mati. Tapi rakyat yang datang untuk menontonnya di stasiun lebih banyak. Bukan hanya aparat keamanan kolonial yang dibuat repot, calon penumpang yang ingin naik keretaapi harus berusaha keras menembus massa untuk bisa mencapai peron.
Sekitar pukul 11 siang, polisi membuka jalan. Sebuah kereta kuda yang ditarik empat ekor kuda kemudian muncul memasuki stasiun. Kereta kuda itu tak sendiri, ada 10 pengawal berkuda, yang disebut dragonder. De Niuwe Vorstenlanden, 30 Mei 1894, menyebut kereta itu datang dari Benteng Vastenberg. Sepanjang jalan rombongan kereta kuda itu menjadi tontonan.
Begitu tiba di stasiun terlihat seorang pangeran duduk di dalamnya. Orang-orang pribumi yang melihatnya langsung berjongkok sebagai tanda hormat ala jelata kepada sang pangeran.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















