top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Demi Timor Timur, Uang Palsu Dimainkan

Uang palsu menghiasi sejarah Indonesia. Termasuk demi Timor Timur di masa pengujung Orde Baru yang "memakan" korban seorang jenderal.

19 Jan 2025

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Suasana pasar uang di Pasar Glodok, Jakarta, 1950. Dalam pasar uang seperti ini, sering tersua uang palsu. (ANRI).

  • 20 Jan 2025
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 30 Des 2025

BANYAK orang mendadak heboh karena adanya kasus uang palsu yang dicetak di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Makassar. Tak hanya produk uang palsunya yang amat mirip dengan uang asli sehingga kabarnya bisa beredar lewat mesin ATM, proses pembuatannya pun di luar kebiasaan. Produksi uang palsu tersebut dilakukan di sebuah institusi pendidikan dan sudah dilakukan dalam waktu tidak sebentar. Akibatnya, 17 orang ditetapkan menjadi tersangka dan proses pengadilannya masih berjalan hingga sekarang.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Murka karena utusannya dibantai dengan bengis, Sultan Mehmed II membalas dengan kekuatan penuh. Walau berhasil kabur, nasib Vlad Dracula berakhir tragis.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Pahit Getir Hidup Sjahrir

Pahit Getir Hidup Sjahrir

Menjelang akhir hayatnya, Sutan Sjahrir hidup sebagai tahanan dalam perawatan. Namun, justru pada saat itulah putrinya merasakan kehidupan sebagai keluarga yang utuh.
Gowa Masuk Islam

Gowa Masuk Islam

Islamisasi di Gowa dan Makassar makan waktu panjang meskipun raja-raja di sana sangat terbuka.
bottom of page