top of page

Demi Timor Timur, Uang Palsu Dimainkan

Uang palsu menghiasi sejarah Indonesia. Termasuk demi Timor Timur di masa pengujung Orde Baru yang "memakan" korban seorang jenderal.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Suasana pasar uang di Pasar Glodok, Jakarta, 1950. Dalam pasar uang seperti ini, sering tersua uang palsu. (ANRI).

20 Jan 2025
3 menit membaca

Diperbarui: 30 Des 2025

BANYAK orang mendadak heboh karena adanya kasus uang palsu yang dicetak di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Makassar. Tak hanya produk uang palsunya yang amat mirip dengan uang asli sehingga kabarnya bisa beredar lewat mesin ATM, proses pembuatannya pun di luar kebiasaan. Produksi uang palsu tersebut dilakukan di sebuah institusi pendidikan dan sudah dilakukan dalam waktu tidak sebentar. Akibatnya, 17 orang ditetapkan menjadi tersangka dan proses pengadilannya masih berjalan hingga sekarang.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page