Diperbarui: 26 Okt
KEMISKINAN adalah akar banyak masalah. Terlebih bila diperparah dengan gangguan dari luar macam Depresi Ekonomi Global sejak 1929. Orang-orang di berbagai pelosok dunia pun bisa merasakannya dampaknya meski tak sedikit pun paham apalagi terkait. Kondisi itulah yang dialami Park Chung Hee dan keluarganya yang miskin di Korea. Akibatnya, masa kanak-kanaknya terganggu.
Sedari 1932-1937, Park Chung Hee bersekolah di Taegu Normal School, sebuah sekolah calon guru gratis dan bergengsi yang diimpikan banyak orangtua dan siswa. Namun dia sering dalam kondisi kurang makan hingga mengalami gangguan belajar hingga mempengaruhi prestasinya di sekolah.
Lapar membuatnya mendapat rangking buncit untuk urusan akademik. Namun meski buruk dalam pelajaran sebagai calon guru, dalam pelatihan semi militer Park berada rangking agak atas. Begitu lulus dari Taegu pada awal 1937, Park mendapat rangking buncit. Meski begitu, Park tetap bisa memulai karier sebagai guru.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















