top of page

Park Chung Hee, Guru Gagal Jadi Diktator Korea Selatan

Meski urutan terakhir di sekolah guru, Park Chung Hee, diktator Korea Selatan, dulunya urutan atas di tiga akademi militer berbeda.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pemimpin Komite Revolusi Militer: Ketua Chang Do-yong (kiri) dan Wakil Ketua Park Chung Hee (kanan). (Wikimedia Commons).

7 Nov 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 26 Okt

KEMISKINAN adalah akar banyak masalah. Terlebih bila diperparah dengan gangguan dari luar macam Depresi Ekonomi Global sejak 1929. Orang-orang di berbagai pelosok dunia pun bisa merasakannya dampaknya meski tak sedikit pun paham apalagi terkait. Kondisi itulah yang dialami Park Chung Hee dan keluarganya yang miskin di Korea. Akibatnya, masa kanak-kanaknya terganggu.


Sedari 1932-1937, Park Chung Hee bersekolah di Taegu Normal School, sebuah sekolah calon guru gratis dan bergengsi yang diimpikan banyak orangtua dan siswa. Namun dia sering dalam kondisi kurang makan hingga mengalami gangguan belajar hingga mempengaruhi prestasinya di sekolah.


Lapar membuatnya mendapat rangking buncit untuk urusan akademik. Namun meski buruk dalam pelajaran sebagai calon guru, dalam pelatihan semi militer Park berada rangking agak atas. Begitu lulus dari Taegu pada awal 1937, Park mendapat rangking buncit. Meski begitu, Park tetap bisa memulai karier sebagai guru.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Mengapa dosen UI rumahnya di Ciputat, sementara kampusnya di Depok? Begini ceritanya.
bg-gray.jpg
Proyek beras sintetis Tekad menjadi skandal korupsi pada awal pemerintahan Soeharto. Dua pengusaha ditangkap di Jepang.
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
transparant.png
bottom of page