top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Park Chung Hee Ditembak Kepala Intelnya Sendiri

Presiden Korea Selatan Park Chung Hee paling tragis kematiannya. Ditembak mati ketika keadaan Korea memburuk.

18 Nov 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Park Chung Hee tahun 1976. (Wikimedia Commons).

Diperbarui: 6 Jan

SETELAH tentara Jepang kalah dalam Perang Dunia II, Korea memerdekakan diri meski akhirnya terpecah menjadi Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel). Negara-negara baru itu memperkuat diri antara lain dengan membangun militernya. Didirikannya sekolah kadet pertahanan yang belakangan menjadi Akademi Militer Korea merupakan salah satu upaya yang diambil Korsel. Di sekolah itu dua bekas guru masuk: Kim Jae Gyu dan Park Chung Hee.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page