top of page

Park Chung Hee Ditembak Kepala Intelnya Sendiri

Presiden Korea Selatan Park Chung Hee paling tragis kematiannya. Ditembak mati ketika keadaan Korea memburuk.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Park Chung Hee tahun 1976. (Wikimedia Commons).

19 Nov 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 26 Okt

SETELAH tentara Jepang kalah dalam Perang Dunia II, Korea memerdekakan diri meski akhirnya terpecah menjadi Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel). Negara-negara baru itu memperkuat diri antara lain dengan membangun militernya. Didirikannya sekolah kadet pertahanan yang belakangan menjadi Akademi Militer Korea merupakan salah satu upaya yang diambil Korsel. Di sekolah itu dua bekas guru masuk: Kim Jae Gyu dan Park Chung Hee.


Kim Jae Gyu merupakan pemuda asal Gumi, Gyeongsang Utara, yang tak setahun jadi guru sekolah menengah. Daripada terus berceloteh di depan kelas, pria kelahiran 1924 ini lebih tertarik masuk sekolah militer pada 1946.


Sementara, Park Chung Hee dulunya guru pada sebuah sekolah dasar di Mungyong, Provinsi Kyongsang Utara. Park, yang lebih tua enam tahun dari Kim, juga sebentar jadi guru dan kemudian masuk sekolah militer. Sebelum bersama-sama di akademi itu, Park sudah pernah belajar di Akademi Militer Manchukuo dan Akademi Militer Jepang di Tokyo.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Mengapa dosen UI rumahnya di Ciputat, sementara kampusnya di Depok? Begini ceritanya.
bg-gray.jpg
Proyek beras sintetis Tekad menjadi skandal korupsi pada awal pemerintahan Soeharto. Dua pengusaha ditangkap di Jepang.
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
transparant.png
bottom of page