top of page

Pembantaian di Atas Awan

Tragedi berdarah penaklukan Moro oleh serdadu Amerika. Sastrawan Mark Twain mengecamnya sebagai pembantaian yang tak patut dirayakan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte saat mengungkit dokumentasi foto Pembantaian Kawah Moro pada 2016. (pco.gov.ph).

5 Mar 2025
5 menit membaca

Diperbarui: 29 Des 2025

FAJAR belum menyingsing pagi 5 Maret 1905 itu ketika 68 awak Artileri Medan ke-28 selesai menyiapkan empat meriam gunung Vickers-Maxim kaliber 2,95 inci (75 mm) di jalur bukit timur Gunung Bud Dajo. Tak lama kemudian, Kapten Edward Fenton McGlachlin Jr. memberi aba-aba. Keempat moncong meriam itu pun memuntahkan peluru-pelurunya ke kawah Bud Dajo sebagai penanda dimulainya Pertempuran Bud Dajo I. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page