- Randy Wirayudha

- 5 Mar 2025
- 5 menit membaca
Diperbarui: 29 Des 2025
FAJAR belum menyingsing pagi 5 Maret 1905 itu ketika 68 awak Artileri Medan ke-28 selesai menyiapkan empat meriam gunung Vickers-Maxim kaliber 2,95 inci (75 mm) di jalur bukit timur Gunung Bud Dajo. Tak lama kemudian, Kapten Edward Fenton McGlachlin Jr. memberi aba-aba. Keempat moncong meriam itu pun memuntahkan peluru-pelurunya ke kawah Bud Dajo sebagai penanda dimulainya Pertempuran Bud Dajo I.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












