top of page

Pembantaian Nazi di Biara Ardennes

Tak ingin direpotkan oleh penanganan tawanan, serdadu SS Nazi bantai tawanan asal Kanada usai pendaratan Normandia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tugu peringatan 20 prajurit Kanada yang tewas dibunuh Nazi di halaman Biara Ardennes pada 7-8 Juni 1944. (Burtonne/Wikimedia Commons).

24 Jun 2021
6 menit membaca

USAI mengintai wilayah antara Bandara Carpiquet dan Desa Rots di barat Caen, Normandia, Prancis pada 8 Juni 1944 pagi, Prajurit Jan Jesionek kembali ke markas Resimen di Biara Ardennes. Remaja 16 tahun asal Polandia yang diwajibmiliterkan oleh Nazi dan ditempatkan di Kompi Intai ke-15 Resimen Panzer Grenadier ke-25 Divisi Panzer SS ke-12 “Hitler Jugend” itu mencoba mencari kendaraan agar bisa kembali ikut ke dalam patroli. Dia akhirnya mendapatkan sebuah sepeda motor.


Sial, dari pemeriksaan singkat didapati sepeda motor itu ternyata tak layak jalan. Jesionek pun terpaksa menunggu perbaikan sepeda motornya itu. Ketika perbaikan selesai menjelang tengah hari, Jesionek melihat dua prajurit SS mengawal tujuh tawanan asal Kanada menuju halaman biara. Ketujuh tawanan itu merupakan personel Resimen North Nova Scotia Highlanders (NNSH) dari Brigade ke-9 Divisi Infanteri ke-3 Kanada.


NNSH mendarat di pantai Juno, Normandia pada 6 Juni 1944 (D-Day). Bersama Resimen Lapis Baja ke-27 “Sherbrooke Fusiliers”, NNSH melanjutkan gerak majunya ke selatan keesokan harinya dari Villons-les-Buisson. Kedua resimen menempati sisi terkiri lantaran Brigade Infantri ke-185 AD Inggris yang –maju dari pantai Sword– diplot melindungi dari kiri, terhenti langkahnya. Akibatnya, ada celah kosong di sayap kiri pasukan Sekutu.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Rasa lelah membuat kawan-kawannya ambil jalan pintas, sewa pesawat. Kendati terpilih naik pesawat itu, Dion urung naik karena ongkosnya mahal.
Rasa lelah membuat kawan-kawannya ambil jalan pintas, sewa pesawat. Kendati terpilih naik pesawat itu, Dion urung naik karena ongkosnya mahal.
Seorang pelancong AS yang mabuk mengambil sepotong semangka dan menolak membayar setelah mencicipinya. Memantik perkelahian yang berujung pada kerusuhan yang menewaskan belasan orang.
Seorang pelancong AS yang mabuk mengambil sepotong semangka dan menolak membayar setelah mencicipinya. Memantik perkelahian yang berujung pada kerusuhan yang menewaskan belasan orang.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
Ini tentang manusia mulai mengenal komik, superhero pertama dalam komik, tokoh pencipta Tintin, dan komik bertema kehidupan masyarakat Indonesia.
Ini tentang manusia mulai mengenal komik, superhero pertama dalam komik, tokoh pencipta Tintin, dan komik bertema kehidupan masyarakat Indonesia.
Tragedi Kanjuruhan jadi momen kelam bagi sepakbola dunia, kata Presiden FIFA. Akankah jadi momen pembelajaran untuk berbenah total jua?
Tragedi Kanjuruhan jadi momen kelam bagi sepakbola dunia, kata Presiden FIFA. Akankah jadi momen pembelajaran untuk berbenah total jua?
transparant.png
bottom of page