- 24 Jun 2021
- 6 menit membaca
USAI mengintai wilayah antara Bandara Carpiquet dan Desa Rots di barat Caen, Normandia, Prancis pada 8 Juni 1944 pagi, Prajurit Jan Jesionek kembali ke markas Resimen di Biara Ardennes. Remaja 16 tahun asal Polandia yang diwajibmiliterkan oleh Nazi dan ditempatkan di Kompi Intai ke-15 Resimen Panzer Grenadier ke-25 Divisi Panzer SS ke-12 “Hitler Jugend” itu mencoba mencari kendaraan agar bisa kembali ikut ke dalam patroli. Dia akhirnya mendapatkan sebuah sepeda motor.
Sial, dari pemeriksaan singkat didapati sepeda motor itu ternyata tak layak jalan. Jesionek pun terpaksa menunggu perbaikan sepeda motornya itu. Ketika perbaikan selesai menjelang tengah hari, Jesionek melihat dua prajurit SS mengawal tujuh tawanan asal Kanada menuju halaman biara. Ketujuh tawanan itu merupakan personel Resimen North Nova Scotia Highlanders (NNSH) dari Brigade ke-9 Divisi Infanteri ke-3 Kanada.
NNSH mendarat di pantai Juno, Normandia pada 6 Juni 1944 (D-Day). Bersama Resimen Lapis Baja ke-27 “Sherbrooke Fusiliers”, NNSH melanjutkan gerak majunya ke selatan keesokan harinya dari Villons-les-Buisson. Kedua resimen menempati sisi terkiri lantaran Brigade Infantri ke-185 AD Inggris yang –maju dari pantai Sword– diplot melindungi dari kiri, terhenti langkahnya. Akibatnya, ada celah kosong di sayap kiri pasukan Sekutu.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















