top of page

24 Maret 1944: Pembantaian Nazi di Gua Ardeatine

Geram jadi korban serangan bom kelompok antifasis, pasukan Nazi Jerman di Roma melakukan pembalasan di sebuah gua di pinggiran kota. Memakan korban lebih dari 300 jiwa.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pasukan Nazi Jerman berjaga di depan korban pengeboman di Via Rosalle yang dijadikan dalih untuk Pembantaian di Gua Ardiatine. (Bundesarchiv/Wikimedia Commons).

  • 24 Mar 2021
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 22 Apr

HARI ini, 24 Maret 1944. Letnan Kolonel Herbert Kappler, kepala kepolisian sekaligus Gestapo di Roma, Italia, memanggil 12 perwira di jajarannya. Kepada mereka dia menjelaskan bahwa sore itu juga akan diadakan eksekusi terhadap 330 tahanan sipil. Skema eksekusi yang dibuatnya telah dilaporkannya kepada Jenderal Mayor Kurt Malzer yang menjabat sebagai komandan tertinggi militer Jerman di Roma. Kappler meminta semua perwiranya agar ikut berpartisipasi dalam eksekusi yang diadakan untuk balas dendam itu.


Balas dendam yang dimaksud adalah upaya untuk “menggantikan” kerugian yang diderita pihak fasis akibat serangan bom yang dilakukan gabungan kelompok anti-fasis baik dari kalangan komunis maupun nasionalis. Serangan itu dilancarkan sehari sebelumnya.


Tanggal 23 Maret 1944 ibukota Italia dimeriahkan oleh peringantan 25 tahun berdirinya organisasi fasis pertama oleh Benito Mussolini. Parade dihelat di pusat kota. Kendati Perang Dunia II pendulumnya telah bergeser ke arah Sekutu, penduduk kota  hadir memeriahkan peringatan tersebut.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page