top of page

Pembantaian Penduduk Desa Kondomari oleh Serdadu Jerman-Nazi

Untuk membalas sikap penduduk desa yang diyakini membunuh prajuritnya saat Pertempuran Kreta, markas tinggi militer Jerman melakukan pembantaian.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Serdadu Jerman sedang mengeksekusi penduduk Desa Kondomari, Kreta, Yunani. (Bundesarchiv/Wikimedia Commons).

5 Jun 2020
5 menit membaca

Diperbarui: 21 Apr

DALAM perjalanan ke Desa Kondomari, sekira tiga kilometer dari lapangan terbang Maleme di Pulau Kreta, Yunani, Franz Peter Weixler, fotografer XI Fliegerkorps Division Wehrmacht (AD Jerman), sempat singgah di Desa Maleme. Di sana dia ditunjukkan kondisi beberapa mayat prajurit Jerman yang membusuk oleh Kapten Horst Trebes, komandan salah satu kompi di Batalion II Resimen Badai Lintas Udara 1 AD Jerman.


Weixler dan Trebes pun berdebat. Weixler menyatakan mayat-mayat itu membusuk bukan disebabkan oleh penyiksaan yang dilakukan penduduk, tapi Trebes bersikeras mayat-mayat itu membusuk akibat siksaan penduduk. Keduanya lalu melanjutkan perjalanan ke Desa Kondomari, tempat di mana Trebes akan memimpin ekspedisi untuk menghukum penduduk desa yang diyakini menyiksa tentara Jerman dalam Pertempuran Kreta (Mei-Juni 1941).


Pertempuran Kreta terjadi pada fase awal Perang Dunia II. Merebut Kreta mendadak jadi obsesi Hitler setelah berhasil menduduki Yunani daratan pada April 1941. Upaya meyakinkan yang terus diutarakan jenderal-jenderalnya di Luftwaffe (angkatan udara) membuat Hitler khawatir Kreta, yang masih dikuasai Inggris (Sekutu), akan dijadikan sebaagi basis untuk menyerang pangkalan minyak terpenting Jerman di Rumania, Ploiesti, dan serangan-serangan lain di sisi selatan daratan Eropa. Hitler jadi ragu karena dia mesti membagi fokus yang tadinya tercurah seluruhnya untuk pematangan rencana invasi ke Uni Soviet.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Terlantar di negeri orang. Eks romusha bersama buruh Indonesia melakukan aksi propaganda, boikot, hingga pemogokan di Singapura.
bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
Keberagaman dalam Imlek menjadi semangat baru bagi bangsa Indonesia untuk bangkit melawan pandemi covid-19.
Keberagaman dalam Imlek menjadi semangat baru bagi bangsa Indonesia untuk bangkit melawan pandemi covid-19.
Aktor kawakan yang mencintai akting dan bisbol. Dikagumi Elvis Presley hingga jadi “anak emas” Walt Disney.
Aktor kawakan yang mencintai akting dan bisbol. Dikagumi Elvis Presley hingga jadi “anak emas” Walt Disney.
Pantomim bukan sekadar bahasa bisu. Ia seni ekspresi dengan estetika yang tak semata memancing gelak tawa.
Pantomim bukan sekadar bahasa bisu. Ia seni ekspresi dengan estetika yang tak semata memancing gelak tawa.
Merekam warga Jakarta dalam merayakan hari kemerdekaan Indonesia tahun ini. Antusiasme yang muncul lagi usai hampir dua tahun menghilang.
Merekam warga Jakarta dalam merayakan hari kemerdekaan Indonesia tahun ini. Antusiasme yang muncul lagi usai hampir dua tahun menghilang.
Beda zaman, beda lagi jiwanya. Begitu pula dengan kesantunan dalam berpolitik.
Beda zaman, beda lagi jiwanya. Begitu pula dengan kesantunan dalam berpolitik.
Ketika pemerintah Hindia Belanda tak mampu menghadapi gelombang pandemi Flu Spanyol secara menyeluruh, para sinshe muncul sebagai penyelamat.
Ketika pemerintah Hindia Belanda tak mampu menghadapi gelombang pandemi Flu Spanyol secara menyeluruh, para sinshe muncul sebagai penyelamat.
transparant.png
bottom of page