top of page

Pembantaian Gardelegen, Pembantaian Terakhir di Perang Dunia II

Tawanan sipil dari berbagai negara dibantai di Gardelegen oleh Nazi saat kota itu sedang direbut pasukan Sekutu. Ditemukan tak sengaja oleh pasukan Sekutu.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Gudang dibakar dalam Pembantaian Gardelegen pada April 1945. (Wikimedia Commons).

16 Apr 2021
5 menit membaca

Diperbarui: 14 Apr

JERMAN, 15 April 76 tahun silam. Mendengar kabar adanya pembantaian di pinggiran kota kecil Gardelegen, Harold P. Leinbaugh, prajurit dari Kompi K/Rifle Batalyon ke-333 Division Infantry ke-84 AD Amerika Serikat (AS), langsung pergi menuju lokasi. Kabar yang didengarnya itu ternyata bukan isapan jempol belaka. Di sebuah gudang jerami yang jadi tempat pembantaian, dia mendapati pemandangan mengerikan sekaligus bau menyengat.


“Di dalam gudang, para prajurit GI menempelkan sapu tangan basah ke wajah mereka –bau daging terbakar sangat menyengat,” ujarnya dalam otobiografi yang ditulisnya bersama John D. Campbell, The Men of Company K: The Autobiography of a World War II Rifle Company, 333rd Infantry 84th Division.


Bau daging terbakar itu merupakan bau dari daging tawanan yang dibakar hidup-hidup. Mereka, kebanyakan warga Soviet, sebelumnya dipekerjakan Nazi.


“Ada mayat yang baru saja dibakar dengan sangat parah. Beberapa dari mereka memakai baju bergaris, seingat saya,” kata Howard S. Hoffman, prajurit Kompi C Batalyon Chemical Mortar Ketiga AD AS, dalam memoarnya yang ditulis bersama Alice M, Archives of Memory: A Soldier Recalls World War II.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Rasa lelah membuat kawan-kawannya ambil jalan pintas, sewa pesawat. Kendati terpilih naik pesawat itu, Dion urung naik karena ongkosnya mahal.
Rasa lelah membuat kawan-kawannya ambil jalan pintas, sewa pesawat. Kendati terpilih naik pesawat itu, Dion urung naik karena ongkosnya mahal.
Seorang pelancong AS yang mabuk mengambil sepotong semangka dan menolak membayar setelah mencicipinya. Memantik perkelahian yang berujung pada kerusuhan yang menewaskan belasan orang.
Seorang pelancong AS yang mabuk mengambil sepotong semangka dan menolak membayar setelah mencicipinya. Memantik perkelahian yang berujung pada kerusuhan yang menewaskan belasan orang.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
Ini tentang manusia mulai mengenal komik, superhero pertama dalam komik, tokoh pencipta Tintin, dan komik bertema kehidupan masyarakat Indonesia.
Ini tentang manusia mulai mengenal komik, superhero pertama dalam komik, tokoh pencipta Tintin, dan komik bertema kehidupan masyarakat Indonesia.
Tragedi Kanjuruhan jadi momen kelam bagi sepakbola dunia, kata Presiden FIFA. Akankah jadi momen pembelajaran untuk berbenah total jua?
Tragedi Kanjuruhan jadi momen kelam bagi sepakbola dunia, kata Presiden FIFA. Akankah jadi momen pembelajaran untuk berbenah total jua?
transparant.png
bottom of page