- 1 Apr 2021
- 6 menit membaca
Diperbarui: 20 Apr
CUACA membekukan musim dingin yang terasa hingga ke tulang dirasakan Oberstleutnant (setara letnan kolonel) Friedrich Ahrens pada suatu hari di awal Februari 1943. Namun Komandan Resimen Komunikasi 537 dari Grup Angkatan Darat (AD) Tengah Jerman itu membulatkan tekad untuk meneruskan perjalanan memburu serigala bersama para pekerja Polandia dan Rusia dari markasnya dekat Stasiun Gniezdowo masuk ke Hutan Katyń.
Alih-alih menemukan buruannya, Ahrens justru menemukan banyak gundukan tanah yang tertutup salju. Beberapa dari gundukan itu terdapat salib kayu dan bekas cakaran pertanda serigala pernah menggali gundukan tanah itu.
“Sepanjang musim panas 1942 sebenarnya para pekerja Polandia di Hutan Katyń sudah mendengar banyak rumor tentang (pasukan) Soviet membunuh serdadu Polandia di area hutan itu. Bahkan beberapa dari mereka pernah menggalinya dan menemukan banyak jasad dan mereka menandainya dengan salib-salib kayu, walau kemudian mereka tak melaporkannya ke otoritas Jerman,” ungkap Kenneth F. Ledford dalam Mass Murderers Discover Mass Murder: The Germans and Katyn, 1943.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















