top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Pendekar Pena dari Betawi

Dia mengkritik dengan humor dan membicarakan suksesi Soeharto sejak dini.

8 Agu 2011

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Mahbub Djunaidi. Foto: sampul buku Asal Usul karya Mahbub Djunaidi.

  • 9 Agu 2011
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 15 Des 2025

NAMA Zahid bin Mahmud sebagai tukang cerite, sebutan bagi pendongeng di Betawi, demikian tersohor di Jakarta pada era 1960-1970-an. Saking populernya lelaki Tanah Abang itu sampai-sampai muncul istilah ngejaid untuk menyebut kegiatan mendongeng. Dongeng Zahid sangat digemari lantaran ia berkisah dengan menyenangkan dan kerap membumbuinya dengan  humor.


Tradisi tukang cerite memang telah lama ada di kalangan masyarakat Betawi. Hikayat Nyai Dasima karya G. Francis tahun 1896 sudah menyebut perihal tukang cerite. Kisah Nyai Dasima sendiri dipercaya sebagai kejadian faktual di era 1820-an. Sejak masa tersebut hingga era Zahid, Betawi tak pernah kehabisan tukang cerite dengan gayanya masing-masing.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Murka karena utusannya dibantai dengan bengis, Sultan Mehmed II membalas dengan kekuatan penuh. Walau berhasil kabur, nasib Vlad Dracula berakhir tragis.
Pahit Getir Hidup Sjahrir

Pahit Getir Hidup Sjahrir

Menjelang akhir hayatnya, Sutan Sjahrir hidup sebagai tahanan dalam perawatan. Namun, justru pada saat itulah putrinya merasakan kehidupan sebagai keluarga yang utuh.
Gowa Masuk Islam

Gowa Masuk Islam

Islamisasi di Gowa dan Makassar makan waktu panjang meskipun raja-raja di sana sangat terbuka.
bottom of page