top of page

Penjajahan Memudarkan Visi Kelautan

Visi kelautan Indonesia bukan hanya mendatar, tetapi juga ke bawah: dasar samudera.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Prof. Dr. Hasjim Djalal dan Prof. Dr. Azyumardi Azra dalam Konferensi Nasional Sejarah X, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, 8 November 2016. (Nugroho Sejati/Historia.ID).

8 Nov 2016
2 menit membaca

Diperbarui: 24 Mar

INDONESIA harus kembali membangun visi kelautan. Sejarah membuktikan, bangsa Indonesia adalah penjelajah samudera yang mampu membawa pengaruh budayanya hingga ke Madagaskar.


Hal itu diutarakan diplomat senior sekaligus ahli hukum laut internasional, Hasjim Djalal dalam pidatonya berjudul “Visi Kelautan Indonesia dari Segi Sejarah” sebagai pembicara kunci dalam Seminar Nasional Indonesia (SNI) X di Jakarta, Selasa (8/11). “Kalau dilihat dari segi sejarah tidak ada keraguan,” ujar penasihat khusus menteri kelautan dan perikanan itu.


Hasjim menuturkan, dahulu bangsa Indonesia mampu mengembangkan teknologi pelayaran, mengembarai Samudera Hindia sampai Madagaskar. Tak cuma ke sana, orang Indonesia bagian timur pun sudah menjelajahi Samudera Pasifik hingga Kepulauan Paskah.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page