top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Penulisan Ulang Sejarah Indonesia Dikhawatirkan Meminggirkan Peran Perempuan

Sejarah yang digunakan untuk meligitimasi kekuasaan telah meminggirkan peran perempuan dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia.

21 Mei 2025

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Sejumlah aktivis dan sejarawan yang tergabung dalam Aliansi Keterbukaan Sejarah Indonesia (AKSI) hadir dalam rapat dengar pendapat umum bersama Komisi X DPR RI untuk menyatakan penolakannya terhadap rencana penulisan ulang sejarah Indonesia oleh pemerintah pada Senin (19/5/2025). (Amnesty International).

Diperbarui: 18 Jun 2025

PENULISAN ulang sejarah Indonesia oleh tim bentukan Kementerian Kebudayaan mendapat penolakan, bukan hanya karena pengerjaannya terburu-buru dan tidak transparan, tetapi juga karena proses penyusunan buku sejarah nasional ini di bawah kendali rezim yang berkuasa. Menurut para aktivis dan sejarawan yang tergabung dalam Aliansi Keterbukaan Sejarah Indonesia (AKSI), hal ini dikhawatirkan akan mereduksi sejarah atau semakin meminggirkan peristiwa-peristiwa sejarah yang berseberangan dengan rezim penguasa.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page